Senin, 29 September 2014

#ANTARA AKU  KAU DAN DIA

Berawal dari sebuah persahabatan yang terjalin sejak kita masuk ke sekolah.
Persahabatan kami terdiri dari 3 personil, yaitu satu cwek dan 2 cwok tentunya,
Kami sangat akrab, dan tergolong sahabat yang setia satu dengan yang lain,
Kenalkan Aq Indri dan dua sahabatku bernama Fahri dan Rendy, awal kami bertemu
Sangat konyol, karena kekonyolan itulah persahabatan kami terjalin.
Sudah dua tahun ini kami bersahabat, susah senang kami jalani bersama.
Suatu ketika dimana aq memiliki perasaan terhadap kedua sahabat ku itu, aq tak berfikir panjang
Tentang perasaanku itu karna aq memang mencintai mereka lebih dari sekedar sahabat.
Suatu Hari aq beranikan untuk bilang tentang perasaan ku itu,
“ Indri Loe pasti bisa buat ngomong jujur ke mereka kalu loe tu suka sama mereka,”
(dalam hati Q), “Huh, gwe harus bisa buat ngomongin tentang perasaan gwe ke mereka.” Ujar
Indri.
Pagi itu tak sengaja aq bertemu dengan Rendy di jalan, dan waktu itu aq mencoba dech bicara
Serius dengan dia.
Indri : “Hai Rendy, sendirian aja ni, gak dianter???”
Rendy : “Hai, Gak ni, gwe lagi bosen dianter mulu, sekali2 gtu gwe jalan kaki, iya kan,
   hehehehe”
Indri : “Ea sich, embbb Ren.....???” (panggil rendy pelan)
Rendy : “Ya Indri ada apa???”
Indri : “Gwe mau ngomong sesuatu ma loe???”
Rendy : “Ngomong aja???, apa yang ingin loe omongin ma gwe???”
Indri : “Tpi loe jangan marah ya Ren”
Rendy : “Kpan sich gwe pernah marah ma loe??? Buruan ngomong.”
Indri : “Emmmm, gwe.....???”
Rendy : “Ea, Gwe gwe apa????”(penasaran)
Dengan hati yang berdebar Indri beraniin ngomong ke Rendy.
Indri : “Gwe suka sama loe Ren...”
Dengan Ekspresi kaget Rendy langsung menolak Indri tanpa harus memikirkan perasaannya,
Dan Indri pun pergi meninggalkan Rendy karena kecewa dengan Ucapannya.
Rendy : “Apa loe bilang Indri, loe suka ma gwe,”
Indri : “Ea gwe suka ma loe,”
Rendy : “Gwe gak mau terima loe.”(dengan Muka agak marah dan sok)
Indri pun meneteskan air matanya dan meninggalkan Rendy.
Rendy mencoba mengejarnya, Tpi rendy malah berfikiran, “ Ngapain Gwe kejar Indri, dia
Sungguh2 gila, masak suka sama sahabatnya dan dia nembak duluan lagi, Huh pusing???”
Kemudian Indri sampai sekolah dan bertemu dengan Fahri.
Fahri : “Indri Loe knapa???”
Tpi Indri gak mau menjawab, Langsung menuju toilet dengan keadaan menangis.
Fahri : “Indri Loe knpa, jawab aq donk....???”( berterikak)
Kemudian Fahri melihat Rendy yang baru nyampai di depan gerbang, lalu Fahri menghampiri
Rendy dan ngasih tau soal keadaannya Indri.
Fahri : “Rendy, gwe mau ngomong sma loe...???”
Rendy : “Ngomong soal ap Ri,??”
Fahri : “Soal Indri, tadi waktu dia datang, kog dia sambil nangis ya????”
Rendy bengong karena mikirin Indri, “apa mungkin Indri sakit hati ya dengan gwe tolak tadi”
(batin Rendy).
Fahri : “Hello, malah bengong,”
Rendy : “Sorry ya Ri, Gwe juga gak tau...??”(sengaja nutupin dari Fahri)
Fahri : “Kalu gtu yuk kita temui dia.”
Rendy : “Sorry ya, kali ini gwe gak bisa ikut dulu.”
Fahri : “Knpa???”
Rendy mencari alasan buat gak ketemu Indri dulu, karna kalu dia ketemu, lalu Indri kan akan
Malu, jadi Rendy berusaha menghindar.
Rendy : “Gwe tdi, dipanggil pak Guru.....??”
Fahri : “Pak gru sapa???”
Rendy : “Emmmm, Pak guruuuu.....Fisika, gwe pergi dulu ya???”( sambil meninggalkan Fahri)
Fahri : “Ya udah kalu gtu, kita ketemu di kelas ya???”
Rendy : “Ea,....”
Kemudian Fahri nungguin indri di depan Toilet, Tak berapa lama Indri pun keluar dari toilet dan
Langsung ditanyai oleh Fahri.
Fahri : “Loe knapa Indri, loe habis nangis ya???, cerita donk ma aq.”
Indri : “Enggak kog Fahri, aq gak habis nangis, tdi cma kelilipan dijalan.”
Fahri : “Och, kirain kmu nangis, Ya udah kalu gtu kita kekelas, Ok.”
Indri : “Ea.”
Lalu mereka berdua menuju kekelas dan sampai kelas Indri memalingkan mukanya dari Rendy,
Dan Fahri sempet curiga apakah mereka berdua sedang berantem atau lagi ada masalah apa.
Begitu pula dengan Rendy, Rendy merasa bersalah dan gak mau bicara.
Bel masuk pun berbunyi.... dan semua murid duduk dibangkunya masing2.
Pak guru pun datang, kemudian mereka semua belajar dan setelah semua selesai.
Bel Istirahat pun berbunyi sangat keras. Fahri mengajak sahabat2nya untuk istirahat ke kantin.
Fahri : “Ayoo kita ke kantin, Laper ni.....??”(mengajak kedua sahabatnya itu)
Indri : “Emmm, Ayookk...”
Rendy : “Gwe gak ikut ya??”
Fahri : “Knpa loe bro, gwe liat2 loe kyaknya berantem ya ma Indri.”
Indri berusaha menutupinya, dan dia berusaha membuat Fahri tidak curiga lagi.
Indri : “Spa bilang kita berantem, Gak Kok.”
Rendy : “Ea, Kok Ri, kita berdua gak berantem, Ya udah deh gwe ikut.”
Fahri : “Gtu donk....”
Kemudian mereka berdua menuju kantin dan sampai kantin Rendy bengong mulu, mungkin
Karena dihatinya lagi mikirin Knapa dia tolak Indri, padahal kan Indri udah berani
mengungkapkan isi hatinya ke Rendy, dan kini rendy menyesal dengan perlakuannya
waktu itu ke Indri, dan Karena melihat Rendy ngalamun dan bengong, jadi Fahri mencoba
membuyarkan lamunannya Rendy.
Fahri : “Ngapain tu orang bengong mulu ya Indri,”
Indri : “Gak tau tuu, mungkin dia lagi menyesal kali’,.....???”
Fahri : “Menyesal knp???”
Indri : “ Gak tau dech gwe, tanya aja Orangnya????”
Fahri mendekati Rendy dan mengkagetinya.
“Woi, nglamun aja, kesambet tau rasa loe.” Ujar Fahri
Rendy : “Ach loe ni Ri, spa cba yang ngalamun...???”
“Ich Pakai gak ngaku lagiii” Ujar Fahri.
Fahri : “Lagi mikirin Apa sich loe, cerita donk sama kita, spa tau kita bisa bantuin loe, Ea kan
Indri.”
Indri : “(hanya mengangguk).”
Kemudian Rendy mencoba untuk memberanikan diri untuk meminta maaf dengan Indri dan
Rendy ingin sekali menjawab tentang perasaannya indri terhadap rendy, bahwa setelah difikir
Fikir Indri memang pantas untuk CINTAnya diterima, “ Tpi kalu Rendy ngomong didepan
Nya Fahri, mesti Fahri bakal gak setuju, karena kan mereka adalah sahabat, masa’ sahabat
Malah jadi cinta, kan gak mungkin” (dipemikirannya Rendy).
“Kalu begitu aq ajak jalan saja Indri ntar malem dan aq akan tembak dia supaya dia mau jadi
Pacar aq” (dalam hatinya rendy). Setelah itu saat mereka memesan makan dan minum, rendy
Berkata kepada Fahri : “Ri, gmna kalu loe yang pesan kesana, biar kita tunggu disini.”
“Ok, aq pesan dulu ya, kalian mau pesan apa, biar sekalian aq yang pesanin,” jawab Fahri.
“Aq seperti biasa,” ujar Rendy, Kemudian Fahri : “kalu kmu Indri, mau pesan ap???”
“Emmm, aq juga dech sma kyak biasanya.” Jawab Indri.
Fahri : “Ok, tunggu disini ya,”
Mereka berdua : “OK”
Saat Fahri memesankan makan dan tinggallah mereka berdua, kemudian Rendy memberanikan
Dirinya untuk ngomong ke Indri Kalu dia ingin mengajak Indri Jalan ntar malam.
Rendy : “Indri,...???”,
Indri : “Ea, ada apa Ren,??”
Rendy : “Aq minta maaf ya soal tadi,??”
Indri : “Ea gak pa2 koq, malahan seharusnya aq yang minta maaf sama kmu.”
Rendy : “Ntar malam, kmu ada acara gak??”
Indri : “Ntar malam, kayaknya gak ada sich, emang ada apa??”
Rendy : “Aq ingin ngajak kmu jalan, gmana kmu mau gak???”
Indri : “Boleh, Apa Fahri ikut??”
Rendy : “Tidak, kmu jangan bilang2 ya, Ma Fahri.”
Indri : “Ok,”
Kemudian Fahri datang dengan membawa pesanan mereka.
“Yaps2, Aq bawain ni pesenan kalian....??” Ujar fahri 
Indri dan Rendy : “makasih Ya Ri,”
Fahri : “Ok, sma2. Mari kita makan.”
Indri : “Ea,”
Setelah selesai makan, kemudian mereka kembali kekelas, Setelah pulang sekolah mereka
Langsung pulang kerumah masing2,dan Malam pun tiba, Rendy yang siap2 buat jemput Indri
Dan Indri Siap2 dandan buat jalan dengan Rendy. Beberapa menit kemudian Rendy sudah
Berada di depan rumahnya Indri. Dan Dengan baju yang simple dan sepatu yang bagus, Indri
malam ini sangat cantik dan Mereka berdua terlihat serasi sekali.
Rendy Kemudian turun dari motor dan mengetuk pintunya Indri.
Tuk tuk tuk, “Assalamualaikum,...??” ujar Rendy.
Ibunya Indri : “Walaikumsalam, (lalu membukakan pintu), Eh Rendy.... mau cari Indri ya??”
Rendy : “Ea tante, Indrinya ada kan tan.”
Ibunya Indri : “Ada, bentar tante panggilin dulu ya??”
Rendy : “Ea tante, Maksih.”
Kemudian saat Ibunya Indri memanggil Indri, Indri sudah keluar dari kamarnya dan menemui
Ibunya, “Wah anak ibu malam ini cantik sekali, mau jalan ya ma Rendy.” Ujar ibunya.
Indri : “Ea ni bu, Indri pamit dulu ya??”
Ibunya : “Hati2 ya, Rendy, tante titip anak tante yang cantik ini, jaga baik2 ya???”
Rendy : “Baik tante, kami pergi dulu ya???”
Ibunya : “ea, hati2 lo, jangan ngebut2 dijalan.”
Rendy : “Ea tante.”
Kemudian mereka pergi ketaman dan mereka jalan berdua ditaman yang indah dan cukup ramai,
Kemudian Rendy membelikan Indri es krim, setelah itu Rendy mengajak Indri Duduk, baru lah
Rendy menembak Indri dengan Kata2 yang indah dan didukung dengan suasana yang romantis,
Rendy : “Indri, ada yang ingin aq katakan sama kmu??”
Indri : “Ea Ren, Ada apa??”
Rendy : “Kmu malam ini cantik, bagaikan Bulan yang sedang berada di hatiku, mata mu indah
Bagaikan Bintang2 yang sedang menyinarkan cahayanya, Sehingga membuat bunga2 yang
Berada ditaman ini menunduk karena kecantikan mu. Dan Maukah Kmu menjadi teman yang
Slalu berada didalam hati ini, slalu menemani, dan slalu memenuhi hati yang sedang kosong
Ini...???”
Indri : “Sebenarnya, aq masih malu Ren dengan kmu,??”
Rendy : “Knpa malu??”
Indri : “Karna Kemarin kmu yang menolak Cinta aq,”
Rendy : “Maafkan Aq, karena aq tidak pernah berfikir dulu sebelum berkata, aq sangat menyesal
Waktu itu, Jadi aq ingin sekarang aku lach yang harus mengatakan cinta kepada Mu.”
Indri : “Emmm, Gmna Ya??” (menggoda Rendy)
Rendy : “Jawablah, Dengan Kata hati mu, Aq akan terima semuanya???”
Indri : “Bener kmu akan terima, walaupun seperti kemarin.”
Rendy : “Tentu,....??”(menanti jawaban)
Indri : “Kalu gtu, menurut kata hati ku ni ya??”
Rendy : “Ea...??”
Indri : “Emmmm, aq.....???”
Rendy : “Ea,....kmu??”
Indri : “aku Mau jadi pacar kmu.”
Rendy : “Beneran,...???”(seneng bangett)
Indri : “Ea, aq mau.”
Rendy : “Jadi kita resmi nii pacaran, hehehe”
Indri : “He’embb,”
Saking senengnya Cintanya Diterima, Rendy melakukan kekonyolan yang sangat membuat
Indri Malu dilihatin sama banyak Orang.
Indri : “Udah Ren, jangan Kayak gtu donk???, malu tau dilihat banyak Orang, hehehe”
Rendy : “Huh, aq seneng banget, Ea ya..?”
Kemudian Keesokan Harinya disekolahan. Indri yang biasa dateng sendiri sekarang dateng
Diboncengin Rendy, kemudian Fahri ngrasa aneh dengan tingkah laku mereka. Dan Saat Fahri
nanya ke Sahabatnya itu, barulah mereka memberi tahu soal hubungan yang saat ini mereka
 jalani.
Fahri : “Wah, Tumben kalian berdua berangkat bareng, Janjian Ya???”
Indri : “Ea donk, kan sekarang kita udah jadian.”
Fahri : “Apa, kalian jadian,”(dengan muka senang)
Rendy : “Ea, nii Ri...”
Fahri : “Wah selamat ya??”
Rendy dan Indri : “Makasih ya sahabatku....”
Fahri : “Ea, gwe seneng banget denger kalian berdua jadian, & kalian gwe liat memang bener2
Cocok, Tpi kalian jangan luapin aq ya, mentang2 kalian udah jadian trus ninggalin gwe
Dech.”
Indri : “Kita gak akan ninggalin Loe kog, Kita Kan Jadi SAHABAT SEJATI yang tak pernah
berpisah.”
Rendy dan Fahri : “OK....”
Mereka pun berbahagia.

                        Tamat......”


Tidak ada komentar: