Jumat, 21 November 2014

"Novel/cerbung"

“CINTA YANG TAK DISENGAJA”  #part 41

Mad : “Aa minta tolong donk ma kmu,?”
Unuy : “Tolong apa A’.”
Mad : “Tolong buatin makanan donk buat aq dan K, kita laper dari tadi pagi blumb makan.”
Unuy : “Aduh Aa, aq kan gak bisa masak, gmna donk??”
Mad : “Kelaparan dech kita.”
K : “Gmna? Kalu aq bantuin Kmu Unuy,?”
Unuy : “Bantuin masak ya teh.”
K : “Ea.”
Unuy : “Setuju tu teh. Ayuk teh kita kedapur.”
Mad : “Eh eh eh, gak sopan dech adik Aa ni, masa tamu suruh masak.”
Unuy : “Aa kan tau sendiri kalu Unuy masak tu rasanya kayak apa?, lagian teteh juga mau koq bantuin aq.”
K : “Ea A’, gak pa2 koq,”
Unuy : “Itung2 bantuin calon adiknya ya teh, hehehehe”
K : “(senyum)”
Mad : “Boleh lach kalu gtu, hehehehe.”
Kemudian Unuy dan K menuju dapur n Mad gak mau kalah dia juga ikutan masak.
Mad : “Aa ikutan juga boleh???”
Unuy : “Boleh donk, hehehe”
Canda tawa yang mereka lakukan bertiga, sudah seperti saudara sekandung aja.
Mad : “K ,”
K : “Ea A’,?”(sambil menoleh Mad)
Mad : “Kmu mau tau gak soal waktu kmu kerasukan tdi dirumah bapak tukang becak itu.”
K : “Boleh A, ceritakan donk.”
Mad : (kayaknya Kalu dibohongin percaya ni, heheheheheh (dalam hatinya Mad)) Jadi Gini waktu kmu
kerasukan,?”
K : “Ea,???”
Unuy : “Kalian tu ngomongin apa sich kepo ni aq,??”
Mad : “Ach kmu ni, slalu kepo an dech jadi orang.??”
K : “Namanya juga cwek pengen tahu donk A’.”
Mad : “Cwek tu memang Kepo banget, hehehe”
Unuy : “Mang npa, Gak boleh....?”
Mad : “Boleh boleh boleh.....hahahaha”
Unuy : “Macam upin ipin aja ni Aa, hehehe”
Kemudian Mad melanjutkan pembicaraan soal kejadian dirumah tukang becak itu.
Mad : “Waktu kmu kerasukan, bapak itu ingin peluk kmu.”
K : “Och ya Masa’, trus apa Aa biarkan bapak itu peluk aq.”
Unuy : “Apa???(kaget), teteh mau dipeluk sama bapak2 tukang becak???”
Mad : “Iya, trus bapak itu peluk kmu dengan erat dan lama banget,”
Mukanya K malu, sedih campur aduk dech pokoknya.
K : “Tpi knpa Aa biarkan sich aq dipeluk sama tu bapak, Apa Aa udah gak sayang ma aq, (dengan nada
sedikit marah dan kesal dengan Mad).”
Mad : “Ya kan dia pengen peluk anaknya, masa aa gak bolehin,?”
K : “Kalu gtu aq mau pulang aja lach.”(ngambek dengan Mad)
Unuy : “Sabar ya teh, Aa ni gmana sich. Katanya cinta kog malah biarin orang yang dicintai
            Dipeluk sama orang sich.”
Mad : “Jangan donk, knpa pulang kan kita blumb masak.”
Unuy : “Aa masih sempet2nya mikirin makanan.”
Mad : “Knpa kan Aa juga laper.”
K : “Unuy, aq mau pulang aja dech kalu gtu, lagian disini aq juga gak dihargai sama Kakak kmu.”
Mad : “Kog ngomong gtu, jangan ngambek donk. Cepet tua loo ntar.”
K : “Biar, lagian aq juga gak dihargain disini. Ngapain aq tetep disini.”(marah kemudian pergi dari dapur)
Unuy : “A’, kejar donk teteh nya.....”
Mad : “K, tunggu.....??”
K masih aja berjalan meninggalkan Mad, kemudian Mad ngomong jujur soal kejadian dirumah bapak
Tukang becak tadi.
Mad : “K berhenti..... Ok aq akan jujur, tdi yang aq bicarakan sama kmu itu semuanya boong.”
Kemudian K berhenti.
Mad : “Kejadiannya gak seperti itu, memang bapak itu pengen meluk anaknya, Tpi waktu
Kamu didekati bapak tua itu, anak yang merasuki kmu gak mau didekati sama bapaknya
Dan dia nangis histeris, seperti orang yang mau dipukuli.”
K : “Jadi semua yang tadi Aa bilang, boong.”
Mad : “Ea, aq cma pengen bercanda saja, gak ingin menyakiti kmu.”
K : “Tpi apakah Aa tau bahwa saat Aa ngomong kalu aq dipeluk bapak itu,]
            Hati aq rasanya sakit banget dan gak kebayang dipikiran ku kalu aq bakal dipeluk dengan bapak
tukang becak yang bukan siapa2 aq.”
Sambil mendekati K, Mad menenangkan K dengan perkataannya yang lembut dan halus.
Mad : “Aa minta maaf, Aa gak bermaksud seperti itu, membuat hati kmu terluka.”
K : “(diam dengan mata berkaca2)”
Mad : “Mau kan maafin Aa,”
K : “Ea, tpi gak perlu bercanda seperti itu donk A’.”
Mad : “Ea dech Aa janji gak akan bercanda seperti itu lagi.”
K : “Ya udah kalu gtu.”
Mad : “Yuk kita lanjutkan masaknya, udah laper ni.....???”
K : “Ok, (udah gak marah lagi dengan Mad)”
Kemudian mereka berdua kembali kedapur dan melanjutakan masak bersama Unuy
Unuy : “Nach gtu donk A’, teteh gak kesel lagi kan ma Aa.”
K : “He’embb??”
Unuy : “jadi seneng lihatnya, hehehhehe”
Mad : “Udah yuk masak, udah laper ni....hehehehe”
K : “Ok,”
Unuy : “Teh kita mau masak apa ni....???”

Bersambung.........


“CINTA YANG TAK DISENGAJA”  #part 42

Mad : “Gmna Kalu kita masak semur jengkol aja, kesukaan Aa.”
Unuy : “Boleh juga tu A’, teteh bisa masak semur jengkol gak.”
K : “Bisa, kalu gtu kita masak semur jengkol.”
Unuy : “Siap teh,”
Mad : “Ayooo lest go, hehehe”
K : “Bahannya kita siapkan dulu, baru kita buat Ok.”
Unuy : “bahannya apa saja tech?”
Mad : “Ea ni,.... udah gak sabar pengen buru2 makan.”
K : “A’, emang Aa udah laper banget ya??”
Mad : “Ea ni, laperr, heheheh”
Unuy : “Tu dikulkas masih ada roti, dimakan aja dulu buat ganjal perut.”
Mad : “Ea adikku....??”
Unuy : “Ayo teh kita siapkan bahan2nya.?”
K : “Ea,”
Kemudian mereka menyiapkan bahan2 untuk pembuatan Semur jengkolnya, setelah itu Mad membantu
untuk mengupaskan bawang merah dan bawang putihnya, lalu K menyiapkan bumbu2 yang lain untuk
dihaluskan, dan Unuy mencuci jengkolnya, setelah semua siap untuk dimasak. K menyiapkan wajan dan
sedikit minyak untuk menumis bumbu yang sudah di haluskan tadi, kemudian setelah bumbu ditumis K
menanbahkan air pada tumisan bumbu tersebut setelah itu ditunggu sebentar sampai mendidih dan
Kemudian setelah mendidih Mad memasukkan jengkolnya dan K menambahkan garam dan gula setelah itu
Mad menambahkan cabe dan kecap, setelah semuanya telah diaduk rata, nunggu beberapa menit jadi dech
SEMUR JENGKOL ala Mad K dan Unuy, hehehehe.
Mad : “Wahhh baunya sedap banget ya,.........??”
K : “Ea lach, mungkin bentar lagi udah matang.”
Unuy : “Aq siapkan Nasinya dulu ya dimeja makan.”
K : “Ea, Unuy.”
Mad : “Aq siapkan tempat buat SEMUR JENGKOLnya.”
K : “A’ kelihatannya Udah Matang, coba dicicipin,”
Mad : “Sini2, (kemudian Mad mencicipinya) Emmmm, Rasanya sudah pas K.”
K : “Kalu gtu aq matikan Apinya, dan Tempatnya mana A’.”
Mad : “Niii.”
Kemudian K memasukkan Semur Jengkolnya ke tempat yang telah disediakan. Setelah itu mereka menuju
ruang Makan.
K : “Yuk Aa Mad kita ke ruang makan buat makan.”
Mad : “Ayookk.”
Saat mereka mau Makan tiba2 ada suara ketuk pintu.
Tuk tuk tuk, “Assalamualaikum,...............???”
Mad : “Walaikumsalam......??”
K : “Siapa ya A’,...???”
Mad : “Gak tau tu.... Unuy, tolong bukain pintunya Ya??”
Unuy : “Ea dech, tpi jangan makan dulu ya tungguin aq, loo.”
K : “Ea,....???”
Kemudian Unuy membukakan pintu dan ternyata yang datang temen2nya Mad dan Pak polisi.
Unuy : “ Kak Anton,....?”
Anton : “Mad udah pulang kerumah apa blumb.??”
Unuy : “Udah, Kog ada polisi, ada apa ya Kak.”
Polisi : “Kami dari kepolisian ingin bertemu dengan Mas AHMAD, apakah Mas AHMAD nya
            Ada dirumah.”
Unuy : “Ea pak Ada Silahkan Masuk.”
Kemudian mereka masuk dan Unuy memanggilkan Mad.
Unuy : “silahkan duduk Pak, Kak.. Saya panggilkan Aa Mad dulu.”
Anton : “Ea.”
Kemudian Unuy menuju ruang makan buat memberitahukan Mad.
Mad : “Siapa Unuy yang datang,.....??”
Unuy : “(dengan wajah yang sedikit Khawatir,) Kak Anton A’,”
Mad : “Suruh gabung sekalian Aja toch.”
Unuy : “Tpi...???”
Mad : “Tapi Apa????”
Unuy : “Kak Anton datang dengan Pak Polisi...?”


                        Bersambung.........


“CINTA YANG TAK DISENGAJA”  #part 43

Mad dan K : “(sama2 Kaget) Apa, polisi......???”
Unuy : “Ea, (sambil mantuk2)....?”
Mad : “Atau mungkin ini soal Temen Kmu K.”
K : “mungkin A’,”
Unuy : “Aq blum faham dech, memang Aa ada masalah apa sich dengan polisi didepan.”
Mad : “Tenang aja sayang, Aa gak knpa2 koq, mungkin polisinya cma pengen tanya2 aja sama Aa.”
Unuy : “Tpi A’ memang ada masalah apa sich kog sampai ditanya2 ma polisi.??”
Mad : “Udah tenang saja, K tolong beri tahu Unuy tentang kejadian direstoran tadi.”
K : “Baik A’.?”
Unuy : “Teh tolong donk ceritain.”
K : “Ea Unuy teteh akan ceritakan soal kejadian yang menimpa Aa dan teteh.”
Unuy : “Ea teh.”
K : “Jadi gini waktu direstoran Aa diajak duel dengan teman aq yang namanya Ari, dan ternyata Ari itu
membawa teman2nya diluar restoran, kemudian Aa dipukuli dan sampai babak belur kayak gtu,
kemudian waktu itu kak Anton memanggil polisi jadi Ari bersama dengan teman2nya ditangkap
dech,??”
Unuy : “Lalu??.
K : “Lalu karna Aa lukanya parah jadi Teteh ingin bawa Aa ke rumah sakit, dan waktu diperjalanan
            Ternyata, taksi yang kita naiki supirnya gadungan dan dia ngrampok kita berdua,”
Unuy : “Astaufirullah, trus teh???”
K : “Kemudian kita berdua diturunkan dipinggir jalan, dan untung ada bapak tukang becak yang bantuin
kita, kalu tidak mungkin kita udah berada disana.”
Unuy  : “Kasian sekali sich nasib kalian.?”
K : “Ya mungkin semua itu adalah suratan takdir Unuy.”
Unuy : “Yang sabar ya teh dan Aa.”
K dan Mad : “Ea,”
Mad : “Ya udah sekarang kita ke depan.”
K : “Ayo Unuy.”
Mad : “Ea teh, ayook.”
Kemudian mereka bertiga keruang tamu,
Mad : “Ada yang bisa saya bantu pak?”
Polisi : “Dengan Mas AHMAD ya?”
Mad : “Ea saya sendiri.”
Polisi : “Kami dari kepolisian ingin meminta keterangan dari korban soal kekerasan yang dilakukan saudara
Ari bersama teman2nya.”
Mad : “Och soal itu pak, baik saya akan berikan keterangan sebagai korban,”
Polisi : “Mas Anton, ditempat kejadian kira2 yang jadi saksi mata siapa?”
Anton : “Yang jadi saksinya K pak polisi,”
Polisi : “Mbak K nya yang mana ya?”
K : “Saya K, pak?”
Polisi : “Anda juga bisa ikut buat jadi saksi mata ya mbak, buat kelancaran bersama.”
K : “baik Pak.”
Polisi : “Mari ikut kami ke kantor polisi.”
Mad : “Tunggu bentar pak.”
Polisi : “Ea Mas Ada apa?”
Mad : “Kebetulan dari pagi saya blum makan ni pak, gmna kalu kita makan dulu disini.”
K : “Ea pak, Mari Kita makan bersama2, soalnya baru saja kami selesai masak.”
Polisi : “Apakah tidak ngrepotin, jika kami makan disini.”
Mad : “Tentu saja tidak, Mari pak.”
Polisi : “Baik lach, jika diajak kami mau2 saja, hehehehe.”
Mad : “Anggap saja dirumah sendiri pak, ea kan K.”
K : “ea pak, mari....”
Kemudian mereka ber enam (K, Mad, Unuy, Anton dan 2 polisi) menuju ruang makan.
K : “Tapi maaf ya pak, Cuman begini apa adanya?”
Mad : “Ea ni pak, cuman ada Semur jengkol saja.”
Polisi : “ Aduh Mas ini sich Makanan kita sehari2, jadi gak apa2 koq, hehehehe.”
Mad : “Masak sich Pak, polisi makanannya cuman semur jengkol, heheheeh.(ngeledek)”
Polisi : “Ya gak sepanjang hari juga kali mas, hahahaha.”
Mad : “Kalu gitu Mari silahkan duduk.”
Polisi : “Iya.”
Kemudian mereka Makan dan saat mereka makan.
Anton : “Unuy, yang masak siapa?”
Unuy : “Kita bertiga Kak, kenapa??”
Anton : “Enak banget rasanya,”
Unuy : “Ich makasih atuh, hehehehe”
Semuanya makan dengan lahabnya, dan setelah selesai makan, mereka berangkat ke Kantor polisi.
Tpi Mad menyuruh Unuy supaya tunggu dirumah aja tpi unuynya gak mau.
Mad : “adikku sayang, kmu dirumah saja ya?”
Unuy : “Aq mau ikut A’, aq gak mau dirumah, boleh ya boleh,....(memohon ke Mad).”
K : “Udah lach Aa biar kan Unuy ikut, buat nemenin aq, ya.”
Mad : “Ea dech kalu gtu.”
Kemudian Mereka menuju kantor polisi menggunakan kendaraan Polisi.
Mad : “K, baru pertama lo aq naikin mobil polisi.”
K : “Aduh A’, Aq pun sama.......??”
Mad : “Unuy tadi ikut Anton kan Naik mobilnya Aa.”
K : “Ea, lagian kalu kita berempat naik mobil ini juga gak muatkan.”
Mad : “Ea juga sich, hehehehe....”
Sampai Kantor polisi Mad dan K turun dari Mobil.
K : “Aduh Aa Mad, kenapa hati ku terasa gak enak ya?”
Mad : “Mungkin karena kmu baru pertama kali kekantor polisi, udah tenang saja gak akan terjadi apa2, ok.”
K : “Ea dech,”
Polisi : “Mari Mas.”
Mad : “Baik Pak.”

                                    Bersambung........

“CINTA YANG TAK DISENGAJA”  #part 44

Kemudian Mad dan K masuk kedalam disusul Unuy dan Anton.
Ternyata didalam sudah ada Orang tuanya Ari. Dan karena K sudah kenal dengan ibunya Ari, jadi ibunya
Ari langsung memeluk K, Agar Mad mau mencabut tuntutan atas Ari.
Mamanya Ari : “K, Tante minta tolong sama kmu, tolong bujuk Temen kmu supaya dia mau mencabut
semua tuntutannya atas Ari, (sambil memeluk K)”
K : “Maaf ya tante, K disini cma jadi saksi mata aja koq tante, jadi K gak bisa berbuat apa2 Tante.”
Mamanya Ari : “Knpa sich K, kmu gak bisa bantuin tante, Kan dia temen kmu, dan kmu tinggal bujuk dia
Saja kan, lagian tante juga udah anggap kmu seperti anak tante sendiri, sewaktu ibu kmu
meninggal dulu??”
K : “Makasih Tante, kalu tante udah anggap K seperti anak Tante sendiri, Tpi kali ini K memang Gak bisa
bantu, Karena Ari sangat keterlaluan dengan temen K, tante. dan dia sudah buat temen K sampai kyak
gtu.???”
Mamanya Ari : “Kmu ini Ya K, gak bisa apa bantuin tante kali ini saja.???”
K : “Maaf banget ya tante.”
Saat Mamanya ari berbicara dengan K, Mad mendengarkan, dan Mad juga baru tau Kalu K udah gak punya
ibu seperti dia, Mad penasaran Tpi dia akan tanyakan lain waktu saja.
Kemudian Mad ditanyai terlebuh dahulu sama polisi, dan banyak hal yang ditanyai mulai dari A sampai Z,
Setelah itu gantian K yang ditanyai, Saat mereka berdua selesai ditanya oleh bapak polisi, mereka
diperbolehkan pulang, Tpi waktu mau pulang K dan Mad dihentikan oleh Mamanya Ari.
Mamanya Ari : “Kalian Mau kemana?”
K : “Kami mau pulang tante.”
Mamanya Ari : “Pulang!!!, kalian fikir bisa pulang begitu saja, dan meninggalkan anak saya didalam sel.”
Mad : “Maaf tante, ini semua murni kesalahannya Anak tante, jadi dia harus dipenjara sampai nunggu
sidang berlangsung.”
Mamanya Ari : “Apa Kalian gak pernah mikir???”
Mad : “Maksud tante ngomong seperti itu apa ya???”
Mamanya Ari : “Apa kalian bener2 tega melihat tante menderita melihat Ari dipenjara,”
K : “Maaf ya tante kita gak bisa berbuat apa2, kita serahkan kepada pengadilan dan biar pengadilan yang
Memutuskan.”
Unuy : “Juga mengadili yang bersalah.”
Kemudian Mamanya Ari bersujud di kakinya Mad dan K.
Mamanya Ari : “Maafkan Anak tante Nak, Setidaknya kalu kalian tidak bisa maafkan anak tante, kalian
lihat tante, Apa Kalian benar2 tidak memiliki Hati, sehingga kalian tega kepada ibu2 yang harus
melihat anaknya dipenjara.” (sambil menangis)
K : “Tante, berdiri tante. Tante gak perlu lakuin itu,”
Mamanya Ari : “Trus tante harus bagaimana nak, untuk meminta kalian mencabut tuntutan terhadap
Anak tante.???”
Mad : “Tenang aja Tante, Mad dan K akan mencabut tuntutannya.”
Unuy : “Kakak, apa apaan sich, knpa Aa nglakuin itu.”
Anton : “Mad, apa yang lo lakuin????”
Mad : “Gwe Gak tega liat ibu2 yang nglakuin seperti ini Cuma untuk anaknya,(sambil meneteskan Air
mata)”
K : “(mencoba menenangkan Mamanya Ari), Tante, Tante jangan sedih trus donk.”
Mamanya Ari : “Gmna Tante Gak sedih K, Tante gak bisa didik Ari dengan Baik.”
Mad : “Setiap ibu pasti menginginkan yang terbaik buat anaknya, tpi itu semua karna kesalahan Ari sendiri
            Tante, bukan kesalahan tante.”
Mamanya Ari : “Nak tante mohon sama kmu, cabutlah tuntutan kmu terhadap anak tante, tante sangat
mohon sama kmu....???
Mad : “Ea, tante Mad Akan cabut tuntutannya.”
Kemudian Mad menghampiri Pak polisi yang menangani Kasusnya Mad dan Ari, kemudian Mad
Berbincang2 dan Ternyata diperbolehkan. Dan Ari bersama teman2nya bebas, kemudian Mad ingat kalu dia
sempat kerampokan, jadi sekalian saja Mad nglaporkan taksi itu, kemudian mereka pulang kerumah.
Dan Sempat diluar kantor polisi Ari dan teman2nya meminta Maaf dengan Mad dan K.
Ari : “K, dan Kak (ditujukan Pada Mad) Tolong berhenti sebentar.”
Mad : “Ea, ada apa Ari.”
Kemudian Mereka berhenti.
Ari : “Aq mau minta maaf sama Kalian, maafin kita yang sudah memukuli kmu Kak. Aq sangat menyesal
Karena aq cemburu melihat kmu K sudah memiliki pacar.”
K : “Ar, Knpa kmu harus cemburu sama Aq, aq kasih tau ya?? Kalu cinta itu tidak harus memiliki kan.”
Mad : “Ari, gwe memang tau kalu lo suka sama K, Kita bersaing secara sehat aja untuk dapetin K,
Gmna??”
K : “Memang nya Aq bahan taruhan yang bisa dipersaingin, hehehehe”
Mad : “Bercanda2 K, lagian Mana mungkin aq mau lepasin Kmu, hehehe. Ea gak Ar”
Ari : “Ea, hehehehe. Maafin gwe ya.”
Mad dan K : “Ea Kita maafin, Tpi ingat, hehehehe”(kompak)
Anton : “Koq bisa kompak.”
Unuy : “Ea niii, janjian ya jawabnya, hehehe?”
K : “Gmna caranya mau janjian Cba???”
Mad : “Kalian ini bisa saja kalu ngomong, mungkin karena kita berdua memang satu hati, hehehe???”
Unuy : “Ceilaaahhhh, gtu aja udah satu hati, heheheheh”
Mad : “Udah yuk kita pulang......????”
Mamanya Ari : “Makasih ya Nak, tante sangat berterima kasih dengan Kmu dan K, yang udah baik dan
mau mencabut tuntutan kmu terhadap Ari.”
Mad : “Ea tante, kita juga ikut senang kalu lihat tante juga senang.”
K : “Ar, Khusus buat loe ni, jangan pernah kmu ulangi lagi soal ini sama orang lain, karna setiap orang gak
            Akan sama, ok.”
Mad : “Ea Ari, loe gak boleh sombong jadi orang apa lagi loe sampai hina orang lagi.”
Ari : “Ea kak, gwe minta maaf.”
Mad : “Ea, ya udah kita pamit dulu ya, tante Kita pulang dulu, Assalamualaikum.”
Mamanya Ari : “Walaikumsalam Nak, hati2 dijalan.”
Mad : “Ea tante, makasih.”
Kemudian Mereka pulang, diperjalanan K melihat orang yang membawa taksi dan mirip dengan perampok
waktu itu.
K : “Aa, itu orang kelihatannya aq kenal???” (sambil melihat taksi yang sedang parkir didepan warung)
Mad : “Mana????” (mencari)
K : “Ituuuu..” (sambil nunjuk taksi nya)
Mad : “Ea, benar.” (kemudian menghentikan mobilnya)
Anton : “Ea aq juga masih ingat memang benar tu taksi waktu itu.”
Unuy : “Gmana kalu kita lapor polisi aja A’, biar ditangkap tu supir gadungan.”
Mad : “Kalu kita panggil polisi, pasti saat dia denger ada mobil polisi mesti akan kabur duluan.”
K : “Gmna kalu kita jebak aja A’, pasti lebih seru n menantang, heheheeh”
Mad : “ide bagus tu,”
Anton : “Tpi gmna caranya cba.”
Unuy : “Aq punya ide...???”
Kemudian Unuy membicarakan idenya dengan mereka.....

Bersambung........

“CINTA YANG TAK DISENGAJA”  #part 45

Mad : “Ide bagus tu sayang, hehehehe”
K : “Iya niii, bagus bangett idenya......??”
Unuy : “Makasih Aa dan teteh, Kog kak anton gak ???”
Anton : “sepuluh jempol buat kmu, yang udah ngasih aq peran yang cukup bagus, heheheh”
Unuy : “memang punya, hahahah???”
Mad : “Ea ni, Anton super duper LEBAy, hahahaha ckckckc.”
K : “Sempet2nya Kak Anton ni ngelucu, hehhehe.......Piiiissss??”
Anton : “Kan biar tambah semanga, Ea gak 2X, heheheh”
Kemudian mereka menyusun rencana sesuai dengan idenya Unuy.
Mad : “Udah pada siap dengan tugasnya masing2,”
K dan Unuy : “Siap......!!!!”
Mad : “Knpa dengan loe Ton, kog gak bilang siap.”
Anton : “Gmna mau siap cba, masak aq didandani kyak cwek gni, jadi CUCOk donk Bok, heheheh”
Mad : “Hahahahhahah, Cuantik banget kmu ton, hahahah” (puas sekali tertawanya)
K : “hehehehe, Tpi memang Kak Anton Cantik kog, namanya bukan anton lagi, Tpi diganti
            Entin, hehehe”
Mad : “Cocok tu nama buat kmu Ton, hahahaha”
Anton : “Puas ya kalian tertawakan Aq, Tpi gmana bok gwe udah centil blumb, hehehhe”
Unuy : “Hahahahaha, Centil banget ngelebihi aq Centilnya kak, hehehhee”
Anton : “Ea donk, gmna gak Centil cba kan mau godain mas Ahmad, Ea kan mas Ahmad,”(sambil colek2
Mad)
Mad : “Ea, sayang......???”(membalas colekannya Anton)
K : “Aduh aq jadi takut ni dekat2 dengan Aa, ea Gak Unuy...????”
Unuy : “Ea ni teh, hehehehe.....???”
K : “Udah yukk kita mulai adu aktingnya,”
Mad : “Ok.”
Kemudian Anton menghampiri supir gadungan tadi di warung.
Dan Unuy udah siap dengan Kamera Hpnya Untuk merekam semua kejadian itu, Lalu
K Udah siap dengan Pemukulnya dan yang terakhir Mad udah siap jadi polisi boOngan yang menyamar
menjadi Orang biasa. 
Entin : “Hola Abang, neng mau nanya ni sesuatu???,......( dengan centil dan membawa perhiasan di tangan
serta tas cantiknya)”
Supir gadungan : “Ea neng mau nanya apa???”( kelihatan seperti orang yang mau menangkap satu mangsa
lagi)
Entin: “Kenalin dulu bang, Nama Eneng Entin, abang sendiri namanya Spa??”
Supir gadungan : “Nama saya Endro, neng Entin tinggal dimana????”
Entin : “Ich abang, pengent tahu aja atau mau tahu banget ni,....???”
Endro (supir Gadungan) : “Kalu rumah Abang deket koq dari sini.”
Entin : “Rumah entin mah jauh atuh dari sini.”
Endro : “Gmana Kalu abang anterin neng Entin pulang???”
Entin : “(aduh mak, gmna ni.....pusing aq,....?? (bicara dalam hati)), Boleh, tpi Entin ingin dianterin jalan2
            dulu, gmna abang mau gak.”
Endro : “mau bnget neng, mari...”
Entin : “Ea,.....?”
Endro : “neng mau diajak jalan2 kemana??”
Entin : “Gmna kalu ke taman aja bang, lagian taman gak jauh koq dari sini, ea kan.”
Endro : “Siap abang anterin.”
Entin : “Ok, bang...??”
Kemudian mereka menuju taman. Dan Mad beserta K, juga Unuy sudah stanbay di tempat masing2.
Entin : “tempatnya sepi banget sich bang???”
Endro : “Ea neng, kan lebih enak, hehehehe (enak buat ngrampas semua hartanya)
Entin : “Tpi neng takut, ntar kalu ada penculik gmana???”
Endro : “Kan ada abang,....., Neng perhiasannya bagus bangett”(modus)
Entin : “Ea bang, yang ini aja mahal banget, kalu beli mah nyampai 1 M,” (Mengombongkan dan Agak
Lebay, hehehe)
Endro : “Wahh, kalu dijual untung besar ni aq,”
Entin : “Apa Bang??, abang ngomong apa???”
Endro : “Aduh keceplosan,.... Ich eneng mah salah denger...”
Entin : “Emm kirain entin mah abang mau ngrampok punya Entin.”
Endro : “Aduh neng ini,......”
Kemudian Endro (supir gadungan) itu mencoba ingin merampok semua perhiasan dan tasnya Entin
(Anton),  Tpi ketahuan oleh orang yaitu K (yang menyamar dan berpakaian seperti cowok) kemudian K
membantu tu Entin dengan membawa pemukul dan Mad datang dengan menbawa pistol (pistolnya Mainan
anak2 yang mirip dengan pistol betulan). Setelah itu .........????



            Bersambung.............

Tidak ada komentar: