“CINTA YANG TAK DISENGAJA” #part 41
Mad : “Aa minta tolong donk ma
kmu,?”
Unuy : “Tolong apa A’.”
Mad : “Tolong buatin makanan
donk buat aq dan K, kita laper dari tadi pagi blumb makan.”
Unuy : “Aduh Aa, aq kan gak
bisa masak, gmna donk??”
Mad : “Kelaparan dech kita.”
K : “Gmna? Kalu aq bantuin Kmu
Unuy,?”
Unuy : “Bantuin masak ya teh.”
K : “Ea.”
Unuy : “Setuju tu teh. Ayuk teh
kita kedapur.”
Mad : “Eh eh eh, gak sopan dech
adik Aa ni, masa tamu suruh masak.”
Unuy : “Aa kan tau sendiri kalu
Unuy masak tu rasanya kayak apa?, lagian teteh juga mau koq bantuin aq.”
K : “Ea A’, gak pa2 koq,”
Unuy : “Itung2 bantuin calon
adiknya ya teh, hehehehe”
K : “(senyum)”
Mad : “Boleh lach kalu gtu,
hehehehe.”
Kemudian Unuy dan K menuju
dapur n Mad gak mau kalah dia juga ikutan masak.
Mad : “Aa ikutan juga boleh???”
Unuy : “Boleh donk, hehehe”
Canda tawa yang mereka lakukan
bertiga, sudah seperti saudara sekandung aja.
Mad : “K ,”
K : “Ea A’,?”(sambil menoleh
Mad)
Mad : “Kmu mau tau gak soal
waktu kmu kerasukan tdi dirumah bapak tukang becak itu.”
K : “Boleh A, ceritakan donk.”
Mad : (kayaknya Kalu dibohongin
percaya ni, heheheheheh (dalam hatinya Mad)) Jadi Gini waktu kmu
kerasukan,?”
K : “Ea,???”
Unuy : “Kalian tu ngomongin apa
sich kepo ni aq,??”
Mad : “Ach kmu ni, slalu kepo an
dech jadi orang.??”
K : “Namanya juga cwek pengen
tahu donk A’.”
Mad : “Cwek tu memang Kepo
banget, hehehe”
Unuy : “Mang npa, Gak
boleh....?”
Mad : “Boleh boleh
boleh.....hahahaha”
Unuy : “Macam upin ipin aja ni
Aa, hehehe”
Kemudian Mad melanjutkan
pembicaraan soal kejadian dirumah tukang becak itu.
Mad : “Waktu kmu kerasukan,
bapak itu ingin peluk kmu.”
K : “Och ya Masa’, trus apa Aa
biarkan bapak itu peluk aq.”
Unuy : “Apa???(kaget), teteh
mau dipeluk sama bapak2 tukang becak???”
Mad : “Iya, trus bapak itu
peluk kmu dengan erat dan lama banget,”
Mukanya K malu, sedih campur
aduk dech pokoknya.
K : “Tpi knpa Aa biarkan sich
aq dipeluk sama tu bapak, Apa Aa udah gak sayang ma aq, (dengan nada
sedikit
marah dan kesal dengan Mad).”
Mad : “Ya kan dia pengen peluk
anaknya, masa aa gak bolehin,?”
K : “Kalu gtu aq mau pulang aja
lach.”(ngambek dengan Mad)
Unuy : “Sabar ya teh, Aa ni
gmana sich. Katanya cinta kog malah biarin orang yang dicintai
Dipeluk sama orang sich.”
Mad : “Jangan donk, knpa pulang
kan kita blumb masak.”
Unuy : “Aa masih sempet2nya
mikirin makanan.”
Mad : “Knpa kan Aa juga laper.”
K : “Unuy, aq mau pulang aja
dech kalu gtu, lagian disini aq juga gak dihargai sama Kakak kmu.”
Mad : “Kog ngomong gtu, jangan
ngambek donk. Cepet tua loo ntar.”
K : “Biar, lagian aq juga gak
dihargain disini. Ngapain aq tetep disini.”(marah kemudian pergi dari dapur)
Unuy : “A’, kejar donk teteh
nya.....”
Mad : “K, tunggu.....??”
K masih aja berjalan
meninggalkan Mad, kemudian Mad ngomong jujur soal kejadian dirumah bapak
Tukang becak tadi.
Mad : “K berhenti..... Ok aq
akan jujur, tdi yang aq bicarakan sama kmu itu semuanya boong.”
Kemudian K berhenti.
Mad : “Kejadiannya gak seperti
itu, memang bapak itu pengen meluk anaknya, Tpi waktu
Kamu
didekati bapak tua itu, anak yang merasuki kmu gak mau didekati sama bapaknya
Dan dia
nangis histeris, seperti orang yang mau dipukuli.”
K : “Jadi semua yang tadi Aa
bilang, boong.”
Mad : “Ea, aq cma pengen
bercanda saja, gak ingin menyakiti kmu.”
K : “Tpi apakah Aa tau bahwa
saat Aa ngomong kalu aq dipeluk bapak itu,]
Hati aq rasanya sakit banget dan gak kebayang dipikiran
ku kalu aq bakal dipeluk dengan bapak
tukang becak
yang bukan siapa2 aq.”
Sambil mendekati K, Mad
menenangkan K dengan perkataannya yang lembut dan halus.
Mad : “Aa minta maaf, Aa gak
bermaksud seperti itu, membuat hati kmu terluka.”
K : “(diam dengan mata
berkaca2)”
Mad : “Mau kan maafin Aa,”
K : “Ea, tpi gak perlu bercanda
seperti itu donk A’.”
Mad : “Ea dech Aa janji gak
akan bercanda seperti itu lagi.”
K : “Ya udah kalu gtu.”
Mad : “Yuk kita lanjutkan
masaknya, udah laper ni.....???”
K : “Ok, (udah gak marah lagi
dengan Mad)”
Kemudian mereka berdua kembali
kedapur dan melanjutakan masak bersama Unuy
Unuy : “Nach gtu donk A’, teteh
gak kesel lagi kan ma Aa.”
K : “He’embb??”
Unuy : “jadi seneng lihatnya,
hehehhehe”
Mad : “Udah yuk masak, udah
laper ni....hehehehe”
K : “Ok,”
Unuy : “Teh kita mau masak apa
ni....???”
Bersambung.........
“CINTA YANG TAK DISENGAJA” #part 42
Mad : “Gmna Kalu kita masak
semur jengkol aja, kesukaan Aa.”
Unuy : “Boleh juga tu A’, teteh
bisa masak semur jengkol gak.”
K : “Bisa, kalu gtu kita masak
semur jengkol.”
Unuy : “Siap teh,”
Mad : “Ayooo lest go, hehehe”
K : “Bahannya kita siapkan
dulu, baru kita buat Ok.”
Unuy : “bahannya apa saja
tech?”
Mad : “Ea ni,.... udah gak
sabar pengen buru2 makan.”
K : “A’, emang Aa udah laper
banget ya??”
Mad : “Ea ni, laperr, heheheh”
Unuy : “Tu dikulkas masih ada
roti, dimakan aja dulu buat ganjal perut.”
Mad : “Ea adikku....??”
Unuy : “Ayo teh kita siapkan
bahan2nya.?”
K : “Ea,”
Kemudian mereka menyiapkan
bahan2 untuk pembuatan Semur jengkolnya, setelah itu Mad membantu
untuk mengupaskan bawang merah
dan bawang putihnya, lalu K menyiapkan bumbu2 yang lain untuk
dihaluskan, dan Unuy mencuci
jengkolnya, setelah semua siap untuk dimasak. K menyiapkan wajan dan
sedikit minyak untuk menumis
bumbu yang sudah di haluskan tadi, kemudian setelah bumbu ditumis K
menanbahkan air pada tumisan
bumbu tersebut setelah itu ditunggu sebentar sampai mendidih dan
Kemudian setelah mendidih Mad
memasukkan jengkolnya dan K menambahkan garam dan gula setelah itu
Mad menambahkan cabe dan kecap,
setelah semuanya telah diaduk rata, nunggu beberapa menit jadi dech
SEMUR JENGKOL ala Mad K dan
Unuy, hehehehe.
Mad : “Wahhh baunya sedap
banget ya,.........??”
K : “Ea lach, mungkin bentar
lagi udah matang.”
Unuy : “Aq siapkan Nasinya dulu
ya dimeja makan.”
K : “Ea, Unuy.”
Mad : “Aq siapkan tempat buat
SEMUR JENGKOLnya.”
K : “A’ kelihatannya Udah
Matang, coba dicicipin,”
Mad : “Sini2, (kemudian Mad
mencicipinya) Emmmm, Rasanya sudah pas K.”
K : “Kalu gtu aq matikan
Apinya, dan Tempatnya mana A’.”
Mad : “Niii.”
Kemudian K memasukkan Semur
Jengkolnya ke tempat yang telah disediakan. Setelah itu mereka menuju
ruang Makan.
K : “Yuk Aa Mad kita ke ruang
makan buat makan.”
Mad : “Ayookk.”
Saat mereka mau Makan tiba2 ada
suara ketuk pintu.
Tuk tuk tuk,
“Assalamualaikum,...............???”
Mad : “Walaikumsalam......??”
K : “Siapa ya A’,...???”
Mad : “Gak tau tu.... Unuy, tolong
bukain pintunya Ya??”
Unuy : “Ea dech, tpi jangan
makan dulu ya tungguin aq, loo.”
K : “Ea,....???”
Kemudian Unuy membukakan pintu
dan ternyata yang datang temen2nya Mad dan Pak polisi.
Unuy : “ Kak Anton,....?”
Anton : “Mad udah pulang
kerumah apa blumb.??”
Unuy : “Udah, Kog ada polisi,
ada apa ya Kak.”
Polisi : “Kami dari kepolisian
ingin bertemu dengan Mas AHMAD, apakah Mas AHMAD nya
Ada dirumah.”
Unuy : “Ea pak Ada Silahkan
Masuk.”
Kemudian mereka masuk dan Unuy
memanggilkan Mad.
Unuy : “silahkan duduk Pak,
Kak.. Saya panggilkan Aa Mad dulu.”
Anton : “Ea.”
Kemudian Unuy menuju ruang
makan buat memberitahukan Mad.
Mad : “Siapa Unuy yang
datang,.....??”
Unuy : “(dengan wajah yang
sedikit Khawatir,) Kak Anton A’,”
Mad : “Suruh gabung sekalian
Aja toch.”
Unuy : “Tpi...???”
Mad : “Tapi Apa????”
Unuy : “Kak Anton datang dengan
Pak Polisi...?”
Bersambung.........
“CINTA YANG TAK DISENGAJA” #part 43
Mad dan K : “(sama2 Kaget) Apa,
polisi......???”
Unuy : “Ea, (sambil
mantuk2)....?”
Mad : “Atau mungkin ini soal
Temen Kmu K.”
K : “mungkin A’,”
Unuy : “Aq blum faham dech,
memang Aa ada masalah apa sich dengan polisi didepan.”
Mad : “Tenang aja sayang, Aa
gak knpa2 koq, mungkin polisinya cma pengen tanya2 aja sama Aa.”
Unuy : “Tpi A’ memang ada
masalah apa sich kog sampai ditanya2 ma polisi.??”
Mad : “Udah tenang saja, K
tolong beri tahu Unuy tentang kejadian direstoran tadi.”
K : “Baik A’.?”
Unuy : “Teh tolong donk
ceritain.”
K : “Ea Unuy teteh akan
ceritakan soal kejadian yang menimpa Aa dan teteh.”
Unuy : “Ea teh.”
K : “Jadi gini waktu direstoran
Aa diajak duel dengan teman aq yang namanya Ari, dan ternyata Ari itu
membawa
teman2nya diluar restoran, kemudian Aa dipukuli dan sampai babak belur kayak
gtu,
kemudian
waktu itu kak Anton memanggil polisi jadi Ari bersama dengan teman2nya
ditangkap
dech,??”
Unuy : “Lalu??.
K : “Lalu karna Aa lukanya
parah jadi Teteh ingin bawa Aa ke rumah sakit, dan waktu diperjalanan
Ternyata, taksi yang kita naiki supirnya gadungan dan dia
ngrampok kita berdua,”
Unuy : “Astaufirullah, trus
teh???”
K : “Kemudian kita berdua
diturunkan dipinggir jalan, dan untung ada bapak tukang becak yang bantuin
kita, kalu
tidak mungkin kita udah berada disana.”
Unuy : “Kasian sekali sich nasib kalian.?”
K : “Ya mungkin semua itu
adalah suratan takdir Unuy.”
Unuy : “Yang sabar ya teh dan
Aa.”
K dan Mad : “Ea,”
Mad : “Ya udah sekarang kita ke
depan.”
K : “Ayo Unuy.”
Mad : “Ea teh, ayook.”
Kemudian mereka bertiga keruang
tamu,
Mad : “Ada yang bisa saya bantu
pak?”
Polisi : “Dengan Mas AHMAD ya?”
Mad : “Ea saya sendiri.”
Polisi : “Kami dari kepolisian
ingin meminta keterangan dari korban soal kekerasan yang dilakukan saudara
Ari bersama
teman2nya.”
Mad : “Och soal itu pak, baik
saya akan berikan keterangan sebagai korban,”
Polisi : “Mas Anton, ditempat
kejadian kira2 yang jadi saksi mata siapa?”
Anton : “Yang jadi saksinya K
pak polisi,”
Polisi : “Mbak K nya yang mana
ya?”
K : “Saya K, pak?”
Polisi : “Anda juga bisa ikut
buat jadi saksi mata ya mbak, buat kelancaran bersama.”
K : “baik Pak.”
Polisi : “Mari ikut kami ke
kantor polisi.”
Mad : “Tunggu bentar pak.”
Polisi : “Ea Mas Ada apa?”
Mad : “Kebetulan dari pagi saya
blum makan ni pak, gmna kalu kita makan dulu disini.”
K : “Ea pak, Mari Kita makan
bersama2, soalnya baru saja kami selesai masak.”
Polisi : “Apakah tidak
ngrepotin, jika kami makan disini.”
Mad : “Tentu saja tidak, Mari
pak.”
Polisi : “Baik lach, jika
diajak kami mau2 saja, hehehehe.”
Mad : “Anggap saja dirumah
sendiri pak, ea kan K.”
K : “ea pak, mari....”
Kemudian mereka ber enam (K,
Mad, Unuy, Anton dan 2 polisi) menuju ruang makan.
K : “Tapi maaf ya pak, Cuman
begini apa adanya?”
Mad : “Ea ni pak, cuman ada
Semur jengkol saja.”
Polisi : “ Aduh Mas ini sich
Makanan kita sehari2, jadi gak apa2 koq, hehehehe.”
Mad : “Masak sich Pak, polisi
makanannya cuman semur jengkol, heheheeh.(ngeledek)”
Polisi : “Ya gak sepanjang hari
juga kali mas, hahahaha.”
Mad : “Kalu gitu Mari silahkan
duduk.”
Polisi : “Iya.”
Kemudian mereka Makan dan saat
mereka makan.
Anton : “Unuy, yang masak
siapa?”
Unuy : “Kita bertiga Kak,
kenapa??”
Anton : “Enak banget rasanya,”
Unuy : “Ich makasih atuh,
hehehehe”
Semuanya makan dengan lahabnya,
dan setelah selesai makan, mereka berangkat ke Kantor polisi.
Tpi Mad menyuruh Unuy supaya
tunggu dirumah aja tpi unuynya gak mau.
Mad : “adikku sayang, kmu
dirumah saja ya?”
Unuy : “Aq mau ikut A’, aq gak
mau dirumah, boleh ya boleh,....(memohon ke Mad).”
K : “Udah lach Aa biar kan Unuy
ikut, buat nemenin aq, ya.”
Mad : “Ea dech kalu gtu.”
Kemudian Mereka menuju kantor
polisi menggunakan kendaraan Polisi.
Mad : “K, baru pertama lo aq
naikin mobil polisi.”
K : “Aduh A’, Aq pun
sama.......??”
Mad : “Unuy tadi ikut Anton kan
Naik mobilnya Aa.”
K : “Ea, lagian kalu kita
berempat naik mobil ini juga gak muatkan.”
Mad : “Ea juga sich,
hehehehe....”
Sampai Kantor polisi Mad dan K
turun dari Mobil.
K : “Aduh Aa Mad, kenapa hati
ku terasa gak enak ya?”
Mad : “Mungkin karena kmu baru
pertama kali kekantor polisi, udah tenang saja gak akan terjadi apa2, ok.”
K : “Ea dech,”
Polisi : “Mari Mas.”
Mad : “Baik Pak.”
Bersambung........
“CINTA YANG TAK DISENGAJA” #part 44
Kemudian Mad dan K masuk
kedalam disusul Unuy dan Anton.
Ternyata didalam sudah ada
Orang tuanya Ari. Dan karena K sudah kenal dengan ibunya Ari, jadi ibunya
Ari langsung memeluk K, Agar
Mad mau mencabut tuntutan atas Ari.
Mamanya Ari : “K, Tante minta
tolong sama kmu, tolong bujuk Temen kmu supaya dia mau mencabut
semua tuntutannya atas Ari, (sambil memeluk K)”
K : “Maaf ya tante, K disini
cma jadi saksi mata aja koq tante, jadi K gak bisa berbuat apa2 Tante.”
Mamanya Ari : “Knpa sich K, kmu
gak bisa bantuin tante, Kan dia temen kmu, dan kmu tinggal bujuk dia
Saja kan, lagian tante juga udah anggap kmu seperti anak tante sendiri,
sewaktu ibu kmu
meninggal dulu??”
K : “Makasih Tante, kalu tante
udah anggap K seperti anak Tante sendiri, Tpi kali ini K memang Gak bisa
bantu,
Karena Ari sangat keterlaluan dengan temen K, tante. dan dia sudah buat temen K
sampai kyak
gtu.???”
Mamanya Ari : “Kmu ini Ya K,
gak bisa apa bantuin tante kali ini saja.???”
K : “Maaf banget ya tante.”
Saat Mamanya ari berbicara
dengan K, Mad mendengarkan, dan Mad juga baru tau Kalu K udah gak punya
ibu seperti dia, Mad penasaran
Tpi dia akan tanyakan lain waktu saja.
Kemudian Mad ditanyai terlebuh
dahulu sama polisi, dan banyak hal yang ditanyai mulai dari A sampai Z,
Setelah itu gantian K yang
ditanyai, Saat mereka berdua selesai ditanya oleh bapak polisi, mereka
diperbolehkan pulang, Tpi waktu
mau pulang K dan Mad dihentikan oleh Mamanya Ari.
Mamanya Ari : “Kalian Mau
kemana?”
K : “Kami mau pulang tante.”
Mamanya Ari : “Pulang!!!,
kalian fikir bisa pulang begitu saja, dan meninggalkan anak saya didalam sel.”
Mad : “Maaf tante, ini semua
murni kesalahannya Anak tante, jadi dia harus dipenjara sampai nunggu
sidang
berlangsung.”
Mamanya Ari : “Apa Kalian gak
pernah mikir???”
Mad : “Maksud tante ngomong
seperti itu apa ya???”
Mamanya Ari : “Apa kalian
bener2 tega melihat tante menderita melihat Ari dipenjara,”
K : “Maaf ya tante kita gak
bisa berbuat apa2, kita serahkan kepada pengadilan dan biar pengadilan yang
Memutuskan.”
Unuy : “Juga mengadili yang
bersalah.”
Kemudian Mamanya Ari bersujud
di kakinya Mad dan K.
Mamanya Ari : “Maafkan Anak
tante Nak, Setidaknya kalu kalian tidak bisa maafkan anak tante, kalian
lihat tante,
Apa Kalian benar2 tidak memiliki Hati, sehingga kalian tega kepada ibu2 yang
harus
melihat
anaknya dipenjara.” (sambil menangis)
K : “Tante, berdiri tante.
Tante gak perlu lakuin itu,”
Mamanya Ari : “Trus tante harus
bagaimana nak, untuk meminta kalian mencabut tuntutan terhadap
Anak tante.???”
Mad : “Tenang aja Tante, Mad
dan K akan mencabut tuntutannya.”
Unuy : “Kakak, apa apaan sich,
knpa Aa nglakuin itu.”
Anton : “Mad, apa yang lo
lakuin????”
Mad : “Gwe Gak tega liat ibu2
yang nglakuin seperti ini Cuma untuk anaknya,(sambil meneteskan Air
mata)”
K : “(mencoba menenangkan
Mamanya Ari), Tante, Tante jangan sedih trus donk.”
Mamanya Ari : “Gmna Tante Gak
sedih K, Tante gak bisa didik Ari dengan Baik.”
Mad : “Setiap ibu pasti
menginginkan yang terbaik buat anaknya, tpi itu semua karna kesalahan Ari
sendiri
Tante, bukan kesalahan tante.”
Mamanya Ari : “Nak tante mohon
sama kmu, cabutlah tuntutan kmu terhadap anak tante, tante sangat
mohon sama
kmu....???
Mad : “Ea, tante Mad Akan cabut
tuntutannya.”
Kemudian Mad menghampiri Pak
polisi yang menangani Kasusnya Mad dan Ari, kemudian Mad
Berbincang2 dan Ternyata
diperbolehkan. Dan Ari bersama teman2nya bebas, kemudian Mad ingat kalu dia
sempat kerampokan, jadi
sekalian saja Mad nglaporkan taksi itu, kemudian mereka pulang kerumah.
Dan Sempat diluar kantor polisi
Ari dan teman2nya meminta Maaf dengan Mad dan K.
Ari : “K, dan Kak (ditujukan
Pada Mad) Tolong berhenti sebentar.”
Mad : “Ea, ada apa Ari.”
Kemudian Mereka berhenti.
Ari : “Aq mau minta maaf sama
Kalian, maafin kita yang sudah memukuli kmu Kak. Aq sangat menyesal
Karena aq
cemburu melihat kmu K sudah memiliki pacar.”
K : “Ar, Knpa kmu harus cemburu
sama Aq, aq kasih tau ya?? Kalu cinta itu tidak harus memiliki kan.”
Mad : “Ari, gwe memang tau kalu
lo suka sama K, Kita bersaing secara sehat aja untuk dapetin K,
Gmna??”
K : “Memang nya Aq bahan
taruhan yang bisa dipersaingin, hehehehe”
Mad : “Bercanda2 K, lagian Mana
mungkin aq mau lepasin Kmu, hehehe. Ea gak Ar”
Ari : “Ea, hehehehe. Maafin gwe
ya.”
Mad dan K : “Ea Kita maafin,
Tpi ingat, hehehehe”(kompak)
Anton : “Koq bisa kompak.”
Unuy : “Ea niii, janjian ya
jawabnya, hehehe?”
K : “Gmna caranya mau janjian
Cba???”
Mad : “Kalian ini bisa saja
kalu ngomong, mungkin karena kita berdua memang satu hati, hehehe???”
Unuy : “Ceilaaahhhh, gtu aja
udah satu hati, heheheheh”
Mad : “Udah yuk kita pulang......????”
Mamanya Ari : “Makasih ya Nak,
tante sangat berterima kasih dengan Kmu dan K, yang udah baik dan
mau mencabut
tuntutan kmu terhadap Ari.”
Mad : “Ea tante, kita juga ikut
senang kalu lihat tante juga senang.”
K : “Ar, Khusus buat loe ni,
jangan pernah kmu ulangi lagi soal ini sama orang lain, karna setiap orang gak
Akan sama, ok.”
Mad : “Ea Ari, loe gak boleh
sombong jadi orang apa lagi loe sampai hina orang lagi.”
Ari : “Ea kak, gwe minta maaf.”
Mad : “Ea, ya udah kita pamit
dulu ya, tante Kita pulang dulu, Assalamualaikum.”
Mamanya Ari : “Walaikumsalam
Nak, hati2 dijalan.”
Mad : “Ea tante, makasih.”
Kemudian Mereka pulang,
diperjalanan K melihat orang yang membawa taksi dan mirip dengan perampok
waktu itu.
K : “Aa, itu orang kelihatannya
aq kenal???” (sambil melihat taksi yang sedang parkir didepan warung)
Mad : “Mana????” (mencari)
K : “Ituuuu..” (sambil nunjuk
taksi nya)
Mad : “Ea, benar.” (kemudian
menghentikan mobilnya)
Anton : “Ea aq juga masih ingat
memang benar tu taksi waktu itu.”
Unuy : “Gmana kalu kita lapor
polisi aja A’, biar ditangkap tu supir gadungan.”
Mad : “Kalu kita panggil
polisi, pasti saat dia denger ada mobil polisi mesti akan kabur duluan.”
K : “Gmna kalu kita jebak aja
A’, pasti lebih seru n menantang, heheheeh”
Mad : “ide bagus tu,”
Anton : “Tpi gmna caranya cba.”
Unuy : “Aq punya ide...???”
Kemudian Unuy membicarakan
idenya dengan mereka.....
Bersambung........
“CINTA YANG TAK DISENGAJA” #part 45
Mad : “Ide bagus tu sayang,
hehehehe”
K : “Iya niii, bagus bangett idenya......??”
Unuy : “Makasih Aa dan teteh,
Kog kak anton gak ???”
Anton : “sepuluh jempol buat
kmu, yang udah ngasih aq peran yang cukup bagus, heheheh”
Unuy : “memang punya,
hahahah???”
Mad : “Ea ni, Anton super duper
LEBAy, hahahaha ckckckc.”
K : “Sempet2nya Kak Anton ni
ngelucu, hehhehe.......Piiiissss??”
Anton : “Kan biar tambah
semanga, Ea gak 2X, heheheh”
Kemudian mereka menyusun
rencana sesuai dengan idenya Unuy.
Mad : “Udah pada siap dengan
tugasnya masing2,”
K dan Unuy : “Siap......!!!!”
Mad : “Knpa dengan loe Ton, kog
gak bilang siap.”
Anton : “Gmna mau siap cba,
masak aq didandani kyak cwek gni, jadi CUCOk donk Bok, heheheh”
Mad : “Hahahahhahah, Cuantik
banget kmu ton, hahahah” (puas sekali tertawanya)
K : “hehehehe, Tpi memang Kak
Anton Cantik kog, namanya bukan anton lagi, Tpi diganti
Entin, hehehe”
Mad : “Cocok tu nama buat kmu
Ton, hahahaha”
Anton : “Puas ya kalian
tertawakan Aq, Tpi gmana bok gwe udah centil blumb, hehehhe”
Unuy : “Hahahahaha, Centil
banget ngelebihi aq Centilnya kak, hehehhee”
Anton : “Ea donk, gmna gak
Centil cba kan mau godain mas Ahmad, Ea kan mas Ahmad,”(sambil colek2
Mad)
Mad : “Ea,
sayang......???”(membalas colekannya Anton)
K : “Aduh aq jadi takut ni
dekat2 dengan Aa, ea Gak Unuy...????”
Unuy : “Ea ni teh, hehehehe.....???”
K : “Udah yukk kita mulai adu aktingnya,”
Mad : “Ok.”
Kemudian Anton menghampiri
supir gadungan tadi di warung.
Dan Unuy udah siap dengan
Kamera Hpnya Untuk merekam semua kejadian itu, Lalu
K Udah siap dengan Pemukulnya
dan yang terakhir Mad udah siap jadi polisi boOngan yang menyamar
menjadi Orang biasa.
Entin : “Hola Abang, neng mau
nanya ni sesuatu???,......( dengan centil dan membawa perhiasan di tangan
serta tas
cantiknya)”
Supir gadungan : “Ea neng mau
nanya apa???”( kelihatan seperti orang yang mau menangkap satu mangsa
lagi)
Entin: “Kenalin dulu bang, Nama
Eneng Entin, abang sendiri namanya Spa??”
Supir gadungan : “Nama saya
Endro, neng Entin tinggal dimana????”
Entin : “Ich abang, pengent
tahu aja atau mau tahu banget ni,....???”
Endro (supir Gadungan) : “Kalu
rumah Abang deket koq dari sini.”
Entin : “Rumah entin mah jauh
atuh dari sini.”
Endro : “Gmana Kalu abang
anterin neng Entin pulang???”
Entin : “(aduh mak, gmna
ni.....pusing aq,....?? (bicara dalam hati)), Boleh, tpi Entin ingin dianterin
jalan2
dulu, gmna abang mau gak.”
Endro : “mau bnget neng,
mari...”
Entin : “Ea,.....?”
Endro : “neng mau diajak jalan2
kemana??”
Entin : “Gmna kalu ke taman aja
bang, lagian taman gak jauh koq dari sini, ea kan.”
Endro : “Siap abang anterin.”
Entin : “Ok, bang...??”
Kemudian mereka menuju taman.
Dan Mad beserta K, juga Unuy sudah stanbay di tempat masing2.
Entin : “tempatnya sepi banget
sich bang???”
Endro : “Ea neng, kan lebih
enak, hehehehe (enak buat ngrampas semua hartanya)
Entin : “Tpi neng takut, ntar
kalu ada penculik gmana???”
Endro : “Kan ada abang,.....,
Neng perhiasannya bagus bangett”(modus)
Entin : “Ea bang, yang ini aja
mahal banget, kalu beli mah nyampai 1 M,” (Mengombongkan dan Agak
Lebay,
hehehe)
Endro : “Wahh, kalu dijual untung
besar ni aq,”
Entin : “Apa Bang??, abang
ngomong apa???”
Endro : “Aduh keceplosan,....
Ich eneng mah salah denger...”
Entin : “Emm kirain entin mah
abang mau ngrampok punya Entin.”
Endro : “Aduh neng ini,......”
Kemudian Endro (supir gadungan)
itu mencoba ingin merampok semua perhiasan dan tasnya Entin
(Anton), Tpi ketahuan oleh orang yaitu K (yang
menyamar dan berpakaian seperti cowok) kemudian K
membantu tu Entin dengan
membawa pemukul dan Mad datang dengan menbawa pistol (pistolnya Mainan
anak2 yang mirip dengan pistol
betulan). Setelah itu .........????
Bersambung.............
Tidak ada komentar:
Posting Komentar