“CINTA YANG TAK DISENGAJA” #part 61
Sampai ditempat duduk yang
sejuk dan dibawah pohon mereka duduk berdua disana.
Mad : “Sebentar, jangan duduk
dulu??”
K : “Kenapa A’, ???”
Mad : “Aq ingin bersihkan dulu
tempat nya??”
K : “Aa mah, bisa aja??”
Kemudian Mad membersihkan
tempat duduk nya.
Mad : “Udah, silahkan Lada??”
K : “hehehehe, makasih ya
A’...”
Mad : “Ok, sama2”
Merekapun terdiam sejenak
setelah duduk, kemudian K pun menagih janjinya Mad.
K : “A’, kata nya mau tunjukin
sesuatu sama aq??”
Mad : “Och ya, sorry lupa??,
Sebentar ya??”
K : “Ea, ??”
Mad : “boleh pinjam Balonnya
sebentar??”
K : “Boleh, Ini?? (memberikan
balonnya kepada Mad)”
Mad : “Lihat ini, balon ini
akan aq ubah menjadi sesuatu yang sangat bagus.”
K : “Och ya, emang mau diubah
jadi apa??”
Mad : “Sabar donkk??”
K : “ich, udah penasaran aqnya
A’, hehehe,”
Mad : “Merem dulu donk??”
K : “Ok, (kemudian K memejamkan
matanya)”
Saat K memejamkan Matanya Mad
mempersiapkan sesuatu didepannya K.
Mad : “K??”
K : “Ea A’, udah siap ya??”
Mad : “Ea, coba kmu buka mata
kmu perlahan2,??”
K : “Ok,”
Lalu K membuka matanya
perlahan2, dan dilihatnya pertama kali yaitu Mad yang berada dihadapannya,
dengan membawa bunga mawar
putih dan balon yang tadi dipinjam.
K : “Aa mad, buat apa semua
itu.??
Mad : “(dengan menatap matanya
K, Mad pun berkata) Bila kmu disuruh memilih antara bunga dan balon
ini, mana
yang akan kmu pilih,???”
K : “Emmm, mana Ya??”
Mad : “Buruan pilih salah satu
dari benda ini, ntar aq akan buatkan puisi ter indah yang belumb pernah kmu
Dengar.”
K : “Emm, kalu gtu aq pilih
balon ini...??”
Mad : “Baik, dengarkan puisi
ini ya??”
K : “Ok.??”
Mad : “Puisi cintaku untuk
wanita yang sangat menyayangi ku......
“Cinta Aq seperti balon inii Lada,...
jika cintaku diterima oleh Mu,
balon ini akan terbang
melayang-layang diudara,
Seperti hatiku yang terasa
melayang karena Mu,”
K pun tersenyum melihat
ekspresi Mad, yang sangat menghayati makna puisinya, kemudian Mad
melanjutkan membaca puisinya.
Mad :
“Sedangkan Jika cintaku tidak Kau
terima,
Maka balon ini akan meletus dan
menjadi berkeping2,
Seperti hatiku yang hancur
berkeping2 karena Mu, (tangannya Mad sambil nunjuk dada).”
K sangat terharu melihat mad
membacakan puisinya dengan penuh penghayatan. Lalu mad
membacakannya kembali.
Mad :
“ Balon Ini mewujudkan cintaku
padamu,
Yang sangat begitu indah War
nanya.....
Yang sangat Ringan Untuk
dipegang....
Dan yang sngat mudah terbang,
jika kau lepaskan.....
Artinya...
Hati ini slalu indah bila kau
warnai dengan kehadiranmu Lada....
Hati inii juga slalu riang
gembira, jika melihat kau sedang bahagia....
Dan Jika hati ini kau lepaskan,
Maka dia akan terbang dan tak akan pernah kembali......”
K melihat Mad begitu tulus
membacakannya, hingga tersipu malu kepada mad.
Mad : “Maukah kmu menerima
balon ini dan menjaganya untuk ku???”
K : “Iya A’, Aq sangat suka
dengan puisi yang kau berikan,??”
Mad : “Trus jawabannya??”
K : “Aq terima pemberian nya,”
Mad : “Dan Ini Bunga mawar
untuk mu,”
K : “Knpa Cuma satu tangkai,”
Mad : “Karena menandakan bahwa
cinta aq tu Cuma untuk kmu???”
K : “Hehehe, beneran....???”
Mad : “Ea donk, mau tau artinya
soal bunga mawar ini gak??”
K : “Memang memiliki sebuah
arti Ya A’,....???”
Mad : “Jelas donk, apa lagiii
memiliki arti setiap bagiannya, mau tau??”
K : “Boleh???”
Mad : “Kmu
mau nanya yang bagian mana dulu???”
K :
“Daunnya??”
Mad :
“Daunnya memiliki arti yang sangat indah,”
K : “Och ya
Apa itu.....???”
Mad :
“.......????.”
Bersambung............
“CINTA YANG TAK DISENGAJA” #part 62
Mad : “Bila daun ini jatuh,
maka hati aq juga akan jatuh kehati kmu???”
K : “Ichh, gombal dech, trus
kalu Durinya??”
Mad : “Bila Duri, Duri itu seperti
aq yang slalu jagain bagian yang dia miliki....???
K : “Memang bagian dari Aa tuu
apa??”
Mad : “Kan sekarang Kmu
bagiannya dari hidup Q, Lada, hehehe”
K : “Hehehe, Ea sich... trus?,
Kalu bunganya sendiri berartikan apa donk A’???”
Mad : “Bunganya sendiri
memiliki 2 arti yaitu pertama Untuk warnanya putih memiliki arti Suci seperti
hati kmu
yang suci untuk ku, hehehe??”
K : “Trus yang kedua??”
Mad : “Yang kedua adalah baunya
yang memiliki arti setia, seperti aq yang akan slalu setia menemanimu,
Hehehehe”
K : “Ich Aa bisa aj dech....??”
Mad : “K, haus nii dari tadi
ngomong mulu....???”
K : “hehehe, salah sp??, dari
tadi kmu ngomong mulu’??”
Mad : “beli minum yuk??”
K : “Ayukk...???”
Kemudian mereka berdua pergi
untuk membeli minum, dan diperjalanan K baru ingat kalu Besuk itu tgl 23
Oktober adalah hari ulang
tahunnya Mad, n K ingin ngasih kejutan untuk Mr. Lada,
K pun berhenti dan marah dengan
Mad.
K : “A’??”
Mad : “Ea, kog kmu berhenti ??,
ada apa???”
K : “Aq mau mengembalikan semua
pemberianmu tadi, nii...(sambil menyerahkan balon dan bunganya)”
Mad : “Tpii knpa kmu kembali
kan??”
K : “Aq gak butuh semua ini.”
Mad : “maksud kmu???, apa kmu
marah sama aq”
K : “Ea, aq benci sama
kmu...??”(dengan muka marah dan serius)
Mad : “Tpii Knpa kmu benci sama
aq, apa salah aq???”
K : “Kmu fikir sendiri salah
kmu apa??”
Mad : “K, jangan bercanda
dech??”
K : “Aq gak lagi bercanda
ya???”
Mad : “Trus apa salah aq, kog
tiba2 kmu marah Sma aq??”
K : “Untuk Kali ini tolong,
jauhi aq dan jangan pernah ketemu aq lagi, karena aq gak mau ketemu sama
kmu lagi.”
Mad : “segitunya kmu marah sama
aq, sampai2 kmu gak mau ketemu aq lgi??”
K : “Dan satu lagi, jangan
pernah kmu hubungi aq lagi, ok. makasih dan selamat tinggal.”
Kemudian K meninggalkan mad,
dan Mad pun mengejar K dan meminta penjelasan dari semua
omongannya K.
Mad : “K, tunggu....?? kmu
harus jelaskan dulu semua dari omongan kmu tadi.”
K : “Apa yang harus aq jelasin
sich, kan aq udah bilang sama kmu, jangan per nah ganggu aq lagi n
Gak usah hubungi
aq lagi, udah jelas kan.”
Mad : “Kmu gak bisa seenaknya
aja ya seperti ini ??”
K : “Udah lach aq mau pergi,
dan jangan kejar aq lagi...”
Lalu mad pun pura2 jatuh dan
kesakitan....
Mad : “Aduh, K. Tunggu....??”
Walaupun K merasa Sakit saat
melihat Mad jatuh, tetapi demi kejutan dia rela memendam rasa sakit itu.
Mad : “K, (teriak Mad)....???
Apa kmu tak peduli dengan keadaan ku..??”
K pun berhenti berjalan.
Kemudian mendengarkan ucapannya Mad.
Mad : “Apa kmu tidak merasa
sakit K, melihat aq seperti ini???, Kmu jahat banget sich K jadi cwek, dan
apa kmu udah
gak memiliki hati lagi??, tolong K, jika Aq salah maafkan aq.”
K : “Mending sekarang kmu berdiri,
dan pulang bersama unuy. Juga jangan lupa, kmu obatin tu kaki kmu
Yang sakit.”
(itupun dia katakan tanpa menoleh Mad)
Mad : “Tpi Apa kmu tega,
membiarkan aq disini sampai Unuy datang,”
K : “Tpi kan kmu bisa
berdiri??”
Mad : “Aq gak bisa berdiri K,
kaki aq sakit sekali....???”
K : “Kmu gak usah bercanda
dech??”
Mad : “AQ juga gak lagi
bercanda K. Tolong bantuin aq berdiri donk??”
Karena K, melihat Mad serius
kalu dia sedang sakit, lalu K pun menghampiri dan membantunya Berdiri.
K : “Sini aq bantuin berdiri.”
Mad : “Istt galak bener sich,”
K : “Udah dech, mau dibantuin
Gak???”
Mad : “Ya mau donk,”
K : “Sini...(sambil mengulurkan
tangannya)”
Kemudian Mad memegang Tangannya
K, da Saat mau berdiri tiba2 Mad menarik K dan mereka jatuh
Berdua.
Mad : “Ea,..maafin aq ya”
K : “(hanya diam dengan muka
marah)”
K pun kaget saat terjatuh
dan berada didepannya mad.
Mad pun tersenyum, K semakin
marah.
K : “Aduh, (sejenak mereka
saling pandang satu sama lain).”
Mad : “(tersenyum melihat K
jatuh dihadapannya)”
K : “ich kmu ni apa2 an sich,
kmu tau gak sich aq tu udah mau bantuin kmu tpi kmu malah jatuhin aq,??”
Mad : “Jangan Marah donk, ini
semua aq lakuin Cuma ingin agar kmu mau maafin aq.”
K : “Udah lepasin tangan
aq,.....??”(K pun berdiri)
Mad : “Kmu kog tega sich,
Jangan gtu donk???”
K : “Lepasin tangan aq sekarang
atau aq teriak nii?”
Mad : “Ok, akan aq lepasin, tpi
dengan satu syarat.”
K : “Apa itu??”
Mad : “......???”
Bersambung.......
“CINTA YANG
TAK DISENGAJA” #part 63
Mad : “Kmu harus mengakhiri semua akting kmu ini??”
K : “Maksud kmu???”
Mad : “Aq tau koq, kalu kmu itu Cuma pura2 marah kan sama
aq??”
K : “Knpa kmu bisa berfikiran seperti itu???”
Mad : “Ea, karena aq gak bisa dibohongi sayang??”
K pun tersenyum karena mad sudah tau kalu dia bohong.
K : “Ach Aa Gak asyik???”
Mad : “ngapain kmu pura2 marah sama aq segala, lagian
kalu kmu mau memberikan aq kejutan gak perlu
Lagi
dengan akting marah2 segala??”
K : “Hehehe, lagian Kan Aq gak pernah marah sama Aa, jadi
aq lakuin itu...??”
Mad : “Dari pada kmu marah2 gak jelas, mending kmu temeni
Aa..??”
K : “Temanni kmana??”
Mad : “Udah yuk ikut aja,...??”
K : “Ok dech....???”
Kemudian mereka berdua pergi kesuatu tempat, dan
diperjalanan menuju tempat itu mad menutup matanya
K, K pun hanya mengikuti apa kata Mad.
Mad : “Och ya, karna tempatnya udah dekat, boleh gak kalu
aq tutup mata kmu dengan Slayer ini.??”
K : “Boleh, tpi ntar aq jalannya gmna???”
Mad : “Ntar aq arahin,..?”
K : “Ya udah kalu gitu silahkan...??”
Kemudian Mad pun menutup mata K dengan Slayernya, setelah
itu mereka berjalan menuju tempat itu.
Mad : “Sini Aa pegangin, biar kmu gak jatuh....??”
K : “Ea, Memang kita berdua mau kmana sich A’, aq udah
penasaran banget nii???”
Mad : “Kita Mau kemna ya, hehehe....??”
K : “Aa mah kyak gtu, selalu bercanda??”
Mad : “Hehehe, maaf dech...???”
Kemudian Mad memiliki ide ingin ngerjain K.
Mad : “K..???”
K : “Ea, A’,... Apa kita udah sampaiii???”
Mad : “Blumb...., didepan kita ada lubang, hati2 ya...??”
K : “Ya ntar kalu kita mau lewati lubang itu, tolong
aba2in ya biar aq loncat....??”
Mad : “Ok, (sambil tersenyum)”
K : “Masih jauh gak A’ lubangnya, aq takut ntar aq jatuh
lagi,...???”
Mad : “Ni udah dekat, siap2 ya,.... hitungan ketiga
lo..??”(padahal tidak ada lubang sama sekali di depan
mereka).”
K : “Ok, aa yang hitung ya??”
Mad : “Siap, satu,... dua,... Tiiii..ga.”
Kemudian K pun meloncat, dan Mad pun tertawa melihat K,
yang meloncat.
Mad : “Heheheheeh, lucu banget sich K..??”
K : “Kog Aa tertawa?? Dan tadi kelihatannya Aa juga gak
loncat,?? Aa bohongin aq ya??”
Mad : “Hahaha, ea... kmu lucu banget sich loncatnya...”
K : “Awas ya, udah berani2nya bohonginn aq.....??”
Mad : “Ya dech, maaf???”
K : “Aduh Aa, udah capek nii... kpn nyampainya???”
Mad : “Bentar lagi,....???”
Kemudian setelah beberapa menit mereka pun sampai
ditempat itu.
Mad : “Udah nyampai ni,...??”
K : “Och Ya??? Buka sekarang ya tutup matanya???”
Mad : “Wah, buru2 banget sich.... sabar donk... tunggu
bentar??”
K : “Ea dech, (kecewa)”
Lalu Mad pun menyiapkan
semuanya. Setelah itu menyuruh K untuk membuka tutup matanya.
Mad : “K, Udah siap pengent
lihat??”
K : “Ea donk???”
Mad : “Kalu gtu, kmu lepaskan
penutup muka kmu dan buka pelan2 mata kmu..??”
K : “Ea A’,...??”
Kemudian K pun membuka penutup
matanya dan membuka matanya pelan2 dan ternyata.
K : “Waw......???”
Mad : “Gmna Kmu suka dengan
tempatnya???”
K : “Wah kalu ini mah,
tempatnya bagus banget A’, Aa yang siapin ni semuanya??”
Mad : “Ea,...??”
K : “wah, ternyata Aa romantis
pisan atuh, hehehe”
Mad : “Jelas donk, Spa
dulu,....??? hehehe”
K melihat tempat itu sangat
bagus dan romantis, gmna tidak, kan tempatnya dipinggir danau, dengan
Dikelilingi pemandangan yang
indah dan tempat duduknya berada dibawah pohon dengan beralas tikar,
Juga diatas tikar sudah ada
minuman, makanan dan bunga, macam seperti dinner saja, hehehe
Mad : “Silahkan duduk...”
K : “makasih ya A’, Aa kali ini
sangat2 romantis sekali....??”
Mad : “Makasih juga???”
Setelah itu K dan Mad duduk
ditikar tersebut, lalu mad memberikan sesuatu yang membuat K sangaat2
Terkejut, hingga dia menangis
terharu dengan pemberiannya.
Mad : “K, kmu seneng gak dengan
semua kejutan yang aq kasih kekmu??”
K : “Aq sangat2 seneng banget
A’, Makasih ya karena kmu udah ngasih semua ini sama Aq...???”
Mad : “Ea sma2, och ya nii ada
satu lagi yang ingin aq kasih ke kmu??”
K : “Apa A’, ???”(bertanya2)
Kemudian Mad mengeluarkan
sesuatu dari belakang.
K : “.......???”
Bersambung..........
“CINTA YANG
TAK DISENGAJA” #part 64
K : “Waw, Apa ini A’???”
Mad : “Buka aja...??”
K : “Aq buka ya??”
Kemudian K membuka kado
pemberian dari Mad,
K : “Aa’ ini apa???”( K pun
terharu dan meneteskan air mata)
Mad : “Ini untuk kamu
sayang.....??”
K : “Tpi untuk apa A’’”
Mad : “Sini, aq pinjam sebentar..??”
K : “Ini??” (kemudian
menyerahkan cincinnya ke Mad)
Mad : “Ini cincin peninggalan
almarhumah dari ibu aq, ibu aq pernah bilang sama aq, “Nak, jika Hati kmu
telah
menemukan pilihan terbaik untuk hidup kmu, maka berikanlah ini untuk dia.
Karena memang
dialah yang
pantas menjadi wanita dihati kmu.”( Ketika mad mengulas knangan saat bersama
ibunya, mad
pun meneteskan air mata.), Ibu berkata itu pada ku K, lalu aq mencoba tegar
untuk
melepaskan
kepergiannya, tpi sampai saat ini hati aq pun masih saja tidak bisa
merelakannya...??”
Aq kangent
banget K dengan ibu aq....?? hiks hiks hiks (sambil menangis).
K : “Aa sabar ya??, (K pun ikut
bersedih dengan melihat Mad Yang menangis, dan K pun meneteskan air
matanya) Aq
tau rasanya kehilangan seorang ibu, Aq juga merasakan hal sama seperti Aa’, dan
sampai saat
inipun aq juga blumb bisa merelakan kepergiannya, aq juga kangent A’ dengan ibu
aq,
hiks hiks
hiks.” (Mengucapkannya pun dengan hati
yang sangat2 kangent dengan sosok ibunya).
Kemudian mereka mencoba untuk
tegar dengan kenangan2 yang mereka jalani. Setelah mereka agak tenang kemudian
Mad pun menanyakan tentang ibunya K.
Mad : “Kmu, juga telah
kehilangan sesosok ibu ya K??.”
K : “Ea A’, dan waktu itu aq
juga baru kelas 2 smp, dan rasanya itu sangat sakit banget A’??”
Mad : “Kog, bisa sama, ibu aq
juga meninggal waktu aq kelas 2 smp??”
K : “Jadi ibu Aa meninggal
sudah hampir 10 tahunan ini ya Aa’??”
Mad : “Ea, dan itupun.
Meninggal kan aq dan Unuy??”
K : “Sabar ya A’ mungkin semua
yang telah kita lalui ini, ada hikmah dibalik semua kejadian yang pernah
kita alami??”
Mad : “Ea K, aq juga sangat
yakin dan percaya bahwa Allah lah yang memberiakan yang terbaik buat
kita.....
dan cincin ini ku berikan untuk mu sebagai pengikat hati kmu dihati aq..??”
K : “Tidak sekarang A’, aq
ingin memakainya disaat Aa benar2 telah menjadi suami aq??”
Mad : “Tpi, tidak apa jika kmu
pakai sekarang??”
K : “Aq gak ingin menerima apa2
dulu dari Aa yang menyangkut kepernikahan, karena Aa juga belum
Mengkhitbah
aq kan??”
Mad : “Insya@, Aq akan
mengKhitbah kmu setelah aq selesaikan kuliah ya??”
K : Insya@, Aq akan menunggu
Aa.”
Mad : “Makasih ya K, udah mau
menunggu ku.”
K : “Ea,”
Mad : “Kalu gtu aq akan
kasihkan sesuatu yang lain buat mengganti kado tadi??”
K : “Apa itu,...??”
Mad : “Ini Gelang buat kmu??”
K : “Tpi kan ini, miliknya
Aa??”
Mad : “Sini aq pakein”
K : “Tpi kan A’, ini gelang
Aa...?”
Mad : “Ea memang gelang Aa, dan
gelang ini mau aq kasihkan sama kmu biar kita serasi, hehehe???”
K : “Hehehehe, bisa aja dech aa
ini??”
Mad : “Mana tangan kmu, biar aq
yang pakein??”
K : “Ni...??”(mengulurkan tangannya)
Mad : “aq minta kmu jaga baik2
ya gelang ini, anggap aja kmu sedang menjaga hati aq?? Hehehe”
K : “Ea, insya@ aq akan
menjaganya dengan hati2,”
Setelah Mad memakaikan Gelang
itu, lalu Mad mengajak K, untuk memancing.
Mad : “K, enaknya kita ngapain
ya??, laper nii...??”
K : “Ini kan Ad makan Aa,??”
Mad : “Kurang seru kalu Cuma
makan ini saja??”
K : “lalu???”
Mad : “Gmna Kalu kita mancing
disitu??”
K : “Wah Aa ini, hobinya muncul
dech....??”
Mad : “Hehehe, Ya Gpp donk??”
K : “Ya Udah dech...??”
Kemudian mereka berdua
menyiapkan umpan dan pancingannya, setelah selesai, mereka pun mulai
memancing dan saat mereka
asyik2nya memancing tiba2 ada seseorang yang mengagetkan mereka
sehingga ikan yang mereka
dapatkan lepas.
Mad : “Udah siap ??”
K : “Udah, ayoo??”
Mad : “Kita duduk disitu aja,
soalnya sejuk dan gak panas tempatnya,??”
K : “Sip dech,....???”
Mad : “Kmu bisa mancing kan??”
K : “Bisa donk, tpi gak terlalu
ahli, hehehehe?”
Mad : “Ea gpp, kan lagian soal
hobi memancing tu hobinya cowok, ea kan”
K : “Tpi juga banyak cwek yang
hobinya mancing koq A’?”
Mad : “Och ya, (sambil
tersenyum)??”
K : “Ea....??”
Tiba2 dari belakang mereka ada
bapak2 tua yang marah dengan mereka berdua.
Dan dipegang pundak Mad,
padahal waktu itu umpan mereka telah berhasil dimakan ikan. Dengan
kagetnya saat pancingnya
diangkat ikan pun lepas.
Mad :”K, kelihatannya Umpan
kita dimakan tu sama ikan...??”
K : “ea A’, pancing aq juga
gerak2......??”
Mad : “Hitungan Ketiga kita
kompak ya buat angkat tu pancing.”
K : “Ok A’”
Mad : “Satu, dua, tiiga”
Bapak Tua : “Heh, ngapain
kalian berdua disini....???(dengan Nada keras dan Marah)”
Kaget Mad dan K.
Mad : “Waw,
Astaufirullah....???”
K : “Astaufirullah,.... yah
lepas dech ikannya??”
Mad : “Knapa bapak ngagetin
kita sich, jadi lepas atuh pak ikannya??”
K : “Ea ni bapak, kepriben
atuh,....???”
Bapak tua : “Kalian ngapain
disini...??”
Mad : “Ya kita mancing atuh
pak, ngapain lagi???”(sedikit jengkel gara2 ikannya lepas)
Bapak tua : “Apa kalian Gak tau
ini danau???”
K : “memang ada apa pak dengan danau
ini??”
Bapak tua : “Bapak kasih tau
ya?? Danau ini Konon ceritanya banyak banget makhluk2 halus yang sering
Menampakan
dirinya....??”
K : “Lalu apa hubungannya
dengan kita???”
Bapak Tua : “Jadi kalian gak
takut dengan hal2 seperti itu??”
Mad : “Tidak???”
K pun tersenyum mendengar
jawabannya Mad.
K : “Ea, kita gak takut koq
pak...??”
Bapak tua itu mencoba
menjelaskan bahwa orang yang berada di danau itu, dan tidak seizin dengan
makhluk yang berada disitu maka
akan ditakut2i sampai rumah.
Bapak tua : “nak, dengar ya,
disini tu angker... jdi tolong pada pulang, ya??”
Mad : “Tpi Kita masih ingin
mancing dulu pak, habis mancing dapet ikan, baru dech kita pulang....”
Bapak itu : “Kalian itu ya kalu
dibilangin, asal kalian tau ya, disini tu banyak bangett sosok2 seperti itu.
Dan mereka
akan menakut2i kalian sampai kalian pulang.”
K : “Maaf ya pak, temen saya ini... tu bisa
lihat hal2 seperti itu, jadi bapak tenang saja??”
Bapak tua : “Apa anak kyak gtu
bisa lihat, makhluk halus...??”
K : “Wah bapak blumb tau ya???,
mangkanya bapak harus nonton tv atuh biar tau.”
Bapak tua : “memang temen kmu
itu pernah masuk tv??, tV apa??”
K : “Trans 7, jangan lupa ya
pak tiap malam minggu dan malam Senin, jam 22.00... di Misteri Tukul
Jalan2, auu,
hehehe?”
Bapak tua : “Ok, aq pengent
lihat, coba buktikan kalu tement kmu itu bisa lihat hal2 mistis itu??”
Mad : “Baik Saya buktikan
nii...”
Bersambung.........
“CINTA YANG
TAK DISENGAJA” #part 65
Bapak tua : “Ok, saya akan lihat sehebat apa kau ini
nak??”
Mad : “Lihat ini pak.??”
Mad pun menunjukkan botol yang kosong kepada bapak itu
lalu botol tersebut ditumpuk dua, setelah itu
Energi yang ada disitu dimasukkan ke botol tersebut, lalu
terlihat dibotol kosong tadi ada asap tebal dan
tiba2, botol tersebut pun pecah. Dengan panik bapak tua
itupun kaget dan berkata pada K.
Bapak tua : “Waw, benar2 keren tu anak...?”
K pun tersenyum melihat ekspresinya Bapak itu yang takjub
dengan kebolehannya Mad.
Mad : “Gmna Pak??”
Bapak tua : “wah keren, nak...??”
K : “Mangkanya Pak, tement saya ini tu hebat banget soal
hal mistis, jadi bapak mah, gak perlu khawatir..”
Mad : “Kalu bapak udah tau boleh kan kami lanjutkan
mancingnya....???”
Bapak tua : “Silahkan Nak??”
Mad : “atau bapak mau sekalian ikut mancing....???”
K : “Iya pak, sekalian aja,... ntar lumayan ikannya buat
anak isteri dirumah.”
Bapak tua : “Tidak lach nak, bapak mah takut....???”
Mad : “Ya udah kalu bapak gak mau???”
Bapak tua : “Kalu gtu saya permisi pulang dulu ya nak,
dan saya gak akan lupa untuk nonton Misteri Tukul
Jalan, heheheh”
Mad dan K pun tertawa mendengar omongan bapak itu yang
mau nonton MTJJ,
Mad : “Iya pak silahkan...”
K : “Iya...??”
Lalu bapak tua itu meninggalkan mereka berdua didanau
itu.
Dan Mereka pun melanjutkan untuk memancing.
Tak lama kemudian mereka mendapatkan ikan banyak, setelah
itu mereka membakar ikan tersebut.
Lalu Unuy dan Feri pun datang ketempat mereka memancing.
Mad : “Kalu gitu, kita lanjut lagi ya K...??”
K : “Siap Aa Mad.”
Mad : “K, seneng dech bisa berdua’an dengan Kmu
lagi...??”
K : “Wah mulai nii...???”
Mad : “Gak, Cuma becanda aja koq, hehehe...??”
K : “Aa harus ingat bahwa Allah itu tidak tidur.”
Mad : “Ea, aq juga tau itu,... tpi kan gak pa2. Aq tu
seneng banget kalu bisa bersama dengan kmu.??”
K : “Och ya???,...Ciuzzz???”
Mad : “Ciuzz donk, perlu bukti...??”
K : “gak, ngapain dibuktiin, lagian aq slalu percaya koq
dengan Aa, hehehe??”
Mad : “Beneran??”
K : “Iya...??”
Mad : “heheheh, Wah wah,,.....???”
K : “Ada apa A’...??”
Mad : “Tu lihat pancing aq dimakan ikan...??”
K : “Iya tu...???, och ya nii punyaku juga dimakan...??”
Mad : “Wah memang ya?? Ikannya tu sangat tau kalu kita
itu pasangan yang kompak, hehehe??”
K : “Apaan sich, mungkin kebetulan kali???”
Mad : “Mana mungkin kebetulan, Allah kan sudah restui
kita??”
K : “kog bisa, Aa tau dari mana??”
Mad : “Tau donk, nyatanya Kita berdua dipertemukan,
hehehehe??”
K : “Iya juga ya??, Dan Aa Mad masih ingat gak waktu
pertama kali kita bertemu...??”
Mad : “Masih donk, dan kenangan itu tidak akan pernah aq
lupakan,....??”
K : “Yakin gak akan lupa???”
Mad : “Yakin donk, apa lagi kmu slalu ada disisi aq...??”
K : “heheheh, ya udah kalu gtu,... hitungan ketiga kita
angkat pancingnya ya Aa.”
Mad : “Ok, tapi sapa yang hitung nii??”
K : “Aq aja dech,... ???”
Mad : “Ok, silahkan...??”
K : “Satu..Dua..Tiga..???”
Kemudian merekapun mengangkat pancingnya.
Dan ikan yang mereka dapat sangat banyak.
K : “Waw...Alhamdulillah?? ikannya banyak banget A’...??”
Mad : “Iya, Alhamdulillah banget ya??”
K : “Habis ini ikannya mau diapakan A’...??”
Mad : “Gmna kalu kita bakar, kan enak bisa ganjal perut
yang lagi laperr, hehehe.....???”
K : “Ok..”
Bersambung........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar