Selasa, 25 November 2014

*Novel/Cerbung*

“CINTA YANG TAK DISENGAJA”  #part 61

Sampai ditempat duduk yang sejuk dan dibawah pohon mereka duduk berdua disana.
Mad : “Sebentar, jangan duduk dulu??”
K : “Kenapa A’, ???”
Mad : “Aq ingin bersihkan dulu tempat nya??”
K : “Aa mah, bisa aja??”
Kemudian Mad membersihkan tempat duduk nya.
Mad : “Udah, silahkan Lada??”
K : “hehehehe, makasih ya A’...”
Mad : “Ok, sama2”
Merekapun terdiam sejenak setelah duduk, kemudian K pun menagih janjinya Mad.
K : “A’, kata nya mau tunjukin sesuatu sama aq??”
Mad : “Och ya, sorry lupa??, Sebentar ya??”
K : “Ea, ??”
Mad : “boleh pinjam Balonnya sebentar??”
K : “Boleh, Ini?? (memberikan balonnya kepada Mad)”
Mad : “Lihat ini, balon ini akan aq ubah menjadi sesuatu yang sangat bagus.”
K : “Och ya, emang mau diubah jadi apa??”
Mad : “Sabar donkk??”
K : “ich, udah penasaran aqnya A’, hehehe,”
Mad : “Merem dulu donk??”
K : “Ok, (kemudian K memejamkan matanya)”
Saat K memejamkan Matanya Mad mempersiapkan sesuatu didepannya K.
Mad : “K??”
K : “Ea A’, udah siap ya??”
Mad : “Ea, coba kmu buka mata kmu perlahan2,??”
K : “Ok,”
Lalu K membuka matanya perlahan2, dan dilihatnya pertama kali yaitu Mad yang berada dihadapannya,
dengan membawa bunga mawar putih dan balon yang tadi dipinjam.
K : “Aa mad, buat apa semua itu.??
Mad : “(dengan menatap matanya K, Mad pun berkata) Bila kmu disuruh memilih antara bunga dan balon
ini, mana yang akan kmu pilih,???”
K : “Emmm, mana Ya??”
Mad : “Buruan pilih salah satu dari benda ini, ntar aq akan buatkan puisi ter indah yang belumb pernah kmu
Dengar.”
K : “Emm, kalu gtu aq pilih balon ini...??”
Mad : “Baik, dengarkan puisi ini ya??”
K : “Ok.??”
Mad : “Puisi cintaku untuk wanita yang sangat menyayangi ku......
“Cinta Aq seperti balon inii Lada,...
 jika cintaku diterima oleh Mu,
balon ini akan terbang melayang-layang diudara,
Seperti hatiku yang terasa melayang karena Mu,”

K pun tersenyum melihat ekspresi Mad, yang sangat menghayati makna puisinya, kemudian Mad
melanjutkan membaca puisinya.
Mad :
“Sedangkan Jika cintaku tidak Kau terima,
Maka balon ini akan meletus dan menjadi berkeping2,
Seperti hatiku yang hancur berkeping2 karena Mu, (tangannya Mad sambil nunjuk dada).”

K sangat terharu melihat mad membacakan puisinya dengan penuh penghayatan. Lalu mad
membacakannya kembali.
Mad :
“ Balon Ini mewujudkan cintaku padamu,
Yang sangat begitu indah War nanya.....
Yang sangat Ringan Untuk dipegang....
Dan yang sngat mudah terbang, jika kau lepaskan.....
Artinya...
Hati ini slalu indah bila kau warnai dengan kehadiranmu Lada....
Hati inii juga slalu riang gembira, jika melihat kau sedang bahagia....
Dan Jika hati ini kau lepaskan, Maka dia akan terbang dan tak akan pernah kembali......”

K melihat Mad begitu tulus membacakannya, hingga tersipu malu kepada mad.
Mad : “Maukah kmu menerima balon ini dan menjaganya untuk ku???”
K : “Iya A’, Aq sangat suka dengan puisi yang kau berikan,??”
Mad : “Trus jawabannya??”
K : “Aq terima pemberian nya,”
Mad : “Dan Ini Bunga mawar untuk mu,”
K : “Knpa Cuma satu tangkai,”
Mad : “Karena menandakan bahwa cinta aq tu Cuma untuk kmu???”
K : “Hehehe, beneran....???”
Mad : “Ea donk, mau tau artinya soal bunga mawar ini gak??”
K : “Memang memiliki sebuah arti Ya A’,....???”
Mad : “Jelas donk, apa lagiii memiliki arti setiap bagiannya, mau tau??”
K : “Boleh???”
Mad : “Kmu mau nanya yang bagian mana dulu???”
K : “Daunnya??”
Mad : “Daunnya memiliki arti yang sangat indah,”
K : “Och ya Apa itu.....???”
Mad : “.......????.”
            Bersambung............


“CINTA YANG TAK DISENGAJA”  #part 62

Mad : “Bila daun ini jatuh, maka hati aq juga akan jatuh kehati kmu???”
K : “Ichh, gombal dech, trus kalu Durinya??”
Mad : “Bila Duri, Duri itu seperti aq yang slalu jagain bagian yang dia miliki....???
K : “Memang bagian dari Aa tuu apa??”
Mad : “Kan sekarang Kmu bagiannya dari hidup Q, Lada, hehehe”
K : “Hehehe, Ea sich... trus?, Kalu bunganya sendiri berartikan apa donk A’???”
Mad : “Bunganya sendiri memiliki 2 arti yaitu pertama Untuk warnanya putih memiliki arti Suci seperti
hati kmu yang suci untuk ku, hehehe??”
K : “Trus yang kedua??”
Mad : “Yang kedua adalah baunya yang memiliki arti setia, seperti aq yang akan slalu setia menemanimu,
Hehehehe”
K : “Ich Aa bisa aj dech....??”
Mad : “K, haus nii dari tadi ngomong mulu....???”
K : “hehehe, salah sp??, dari tadi kmu ngomong mulu’??”
Mad : “beli minum yuk??”
K : “Ayukk...???”
Kemudian mereka berdua pergi untuk membeli minum, dan diperjalanan K baru ingat kalu Besuk itu tgl 23
Oktober adalah hari ulang tahunnya Mad, n K ingin ngasih kejutan untuk Mr. Lada,
K pun berhenti dan marah dengan Mad.
K : “A’??”
Mad : “Ea, kog kmu berhenti ??, ada apa???”
K : “Aq mau mengembalikan semua pemberianmu tadi, nii...(sambil menyerahkan balon dan bunganya)”
Mad : “Tpii knpa kmu kembali kan??”
K : “Aq gak butuh semua ini.”
Mad : “maksud kmu???, apa kmu marah sama aq”
K : “Ea, aq benci sama kmu...??”(dengan muka marah dan serius)
Mad : “Tpii Knpa kmu benci sama aq, apa salah aq???”
K : “Kmu fikir sendiri salah kmu apa??”
Mad : “K, jangan bercanda dech??”
K : “Aq gak lagi bercanda ya???”
Mad : “Trus apa salah aq, kog tiba2 kmu marah Sma aq??”
K : “Untuk Kali ini tolong, jauhi aq dan jangan pernah ketemu aq lagi, karena aq gak mau ketemu sama
kmu lagi.”
Mad : “segitunya kmu marah sama aq, sampai2 kmu gak mau ketemu aq lgi??”
K : “Dan satu lagi, jangan pernah kmu hubungi aq lagi, ok. makasih dan selamat tinggal.”
Kemudian K meninggalkan mad, dan Mad pun mengejar K dan meminta penjelasan dari semua
omongannya K.
Mad : “K, tunggu....?? kmu harus jelaskan dulu semua dari omongan kmu tadi.”
K : “Apa yang harus aq jelasin sich, kan aq udah bilang sama kmu, jangan per nah ganggu aq lagi n
Gak usah hubungi aq lagi, udah jelas kan.”
Mad : “Kmu gak bisa seenaknya aja ya seperti ini ??”
K : “Udah lach aq mau pergi, dan jangan kejar aq lagi...”
Lalu mad pun pura2 jatuh dan kesakitan....
Mad : “Aduh, K. Tunggu....??”
Walaupun K merasa Sakit saat melihat Mad jatuh, tetapi demi kejutan dia rela memendam rasa sakit itu.
Mad : “K, (teriak Mad)....??? Apa kmu tak peduli dengan keadaan ku..??”
K pun berhenti berjalan. Kemudian mendengarkan ucapannya Mad.
Mad : “Apa kmu tidak merasa sakit K, melihat aq seperti ini???, Kmu jahat banget sich K  jadi cwek, dan
apa kmu udah gak memiliki hati lagi??, tolong K, jika Aq salah maafkan aq.”
K : “Mending sekarang kmu berdiri, dan pulang bersama unuy. Juga jangan lupa, kmu obatin tu kaki kmu
Yang sakit.” (itupun dia katakan tanpa menoleh Mad)
Mad : “Tpi Apa kmu tega, membiarkan aq disini sampai Unuy datang,”
K : “Tpi kan kmu bisa berdiri??”
Mad : “Aq gak bisa berdiri K, kaki aq sakit sekali....???”
K : “Kmu gak usah bercanda dech??”
Mad : “AQ juga gak lagi bercanda K. Tolong bantuin aq berdiri donk??”
Karena K, melihat Mad serius kalu dia sedang sakit, lalu K pun menghampiri dan membantunya Berdiri.
K : “Sini aq bantuin berdiri.”
Mad : “Istt galak bener sich,”
K : “Udah dech, mau dibantuin Gak???”
Mad : “Ya mau donk,”
K : “Sini...(sambil mengulurkan tangannya)”
Kemudian Mad memegang Tangannya K, da Saat mau berdiri tiba2 Mad menarik K dan mereka jatuh
Berdua.
Mad : “Ea,..maafin aq ya”
K : “(hanya diam dengan muka marah)”
K pun kaget saat terjatuh dan  berada didepannya mad.
Mad pun tersenyum, K semakin marah.
K : “Aduh, (sejenak mereka saling pandang satu sama lain).”
Mad : “(tersenyum melihat K jatuh dihadapannya)”
K : “ich kmu ni apa2 an sich, kmu tau gak sich aq tu udah mau bantuin kmu tpi kmu malah jatuhin aq,??”
Mad : “Jangan Marah donk, ini semua aq lakuin Cuma ingin agar kmu mau maafin aq.”
K : “Udah lepasin tangan aq,.....??”(K pun berdiri)
Mad : “Kmu kog tega sich, Jangan gtu donk???”
K : “Lepasin tangan aq sekarang atau aq teriak nii?”
Mad : “Ok, akan aq lepasin, tpi dengan satu syarat.”
K : “Apa itu??”
Mad : “......???”

                        Bersambung.......


“CINTA YANG TAK DISENGAJA”  #part 63

Mad : “Kmu harus mengakhiri semua akting kmu ini??”
K : “Maksud kmu???”
Mad : “Aq tau koq, kalu kmu itu Cuma pura2 marah kan sama aq??”
K : “Knpa kmu bisa berfikiran seperti itu???”
Mad : “Ea, karena aq gak bisa dibohongi sayang??”
K pun tersenyum karena mad sudah tau kalu dia bohong.
K : “Ach Aa Gak asyik???”
Mad : “ngapain kmu pura2 marah sama aq segala, lagian kalu kmu mau memberikan aq kejutan gak perlu
            Lagi dengan akting marah2 segala??”
K : “Hehehe, lagian Kan Aq gak pernah marah sama Aa, jadi aq lakuin itu...??”
Mad : “Dari pada kmu marah2 gak jelas, mending kmu temeni Aa..??”
K : “Temanni kmana??”
Mad : “Udah yuk ikut aja,...??”
K : “Ok dech....???”
Kemudian mereka berdua pergi kesuatu tempat, dan diperjalanan menuju tempat itu mad menutup matanya
K, K pun hanya mengikuti apa kata Mad.
Mad : “Och ya, karna tempatnya udah dekat, boleh gak kalu aq tutup mata kmu dengan Slayer ini.??”
K : “Boleh, tpi ntar aq jalannya gmna???”
Mad : “Ntar aq arahin,..?”
K : “Ya udah kalu gitu silahkan...??”
Kemudian Mad pun menutup mata K dengan Slayernya, setelah itu mereka berjalan menuju tempat itu.
Mad : “Sini Aa pegangin, biar kmu gak jatuh....??”
K : “Ea, Memang kita berdua mau kmana sich A’, aq udah penasaran banget nii???”
Mad : “Kita Mau kemna ya, hehehe....??”
K : “Aa mah kyak gtu, selalu bercanda??”
Mad : “Hehehe, maaf dech...???”
Kemudian Mad memiliki ide ingin ngerjain K.
Mad : “K..???”
K : “Ea, A’,... Apa kita udah sampaiii???”
Mad : “Blumb...., didepan kita ada lubang, hati2 ya...??”
K : “Ya ntar kalu kita mau lewati lubang itu, tolong aba2in ya biar aq loncat....??”
Mad : “Ok, (sambil tersenyum)”
K : “Masih jauh gak A’ lubangnya, aq takut ntar aq jatuh lagi,...???”
Mad : “Ni udah dekat, siap2 ya,.... hitungan ketiga lo..??”(padahal tidak ada lubang sama sekali di depan
mereka).”
K : “Ok, aa yang hitung ya??”
Mad : “Siap, satu,... dua,... Tiiii..ga.”
Kemudian K pun meloncat, dan Mad pun tertawa melihat K, yang meloncat.
Mad : “Heheheheeh, lucu banget sich K..??”
K : “Kog Aa tertawa?? Dan tadi kelihatannya Aa juga gak loncat,?? Aa bohongin aq ya??”
Mad : “Hahaha, ea... kmu lucu banget sich loncatnya...”
K : “Awas ya, udah berani2nya bohonginn aq.....??”
Mad : “Ya dech, maaf???”
K : “Aduh Aa, udah capek nii... kpn nyampainya???”
Mad : “Bentar lagi,....???”
Kemudian setelah beberapa menit mereka pun sampai ditempat itu.
Mad : “Udah nyampai ni,...??”
K : “Och Ya??? Buka sekarang ya tutup matanya???”
Mad : “Wah, buru2 banget sich.... sabar donk... tunggu bentar??”
K : “Ea dech, (kecewa)”
Lalu Mad pun menyiapkan semuanya. Setelah itu menyuruh K untuk membuka tutup matanya.
Mad : “K, Udah siap pengent lihat??”
K : “Ea donk???”
Mad : “Kalu gtu, kmu lepaskan penutup muka kmu dan buka pelan2 mata kmu..??”
K : “Ea A’,...??”
Kemudian K pun membuka penutup matanya dan membuka matanya pelan2 dan ternyata.
K : “Waw......???”
Mad : “Gmna Kmu suka dengan tempatnya???”
K : “Wah kalu ini mah, tempatnya bagus banget A’, Aa yang siapin ni semuanya??”
Mad : “Ea,...??”
K : “wah, ternyata Aa romantis pisan atuh, hehehe”
Mad : “Jelas donk, Spa dulu,....??? hehehe”
K melihat tempat itu sangat bagus dan romantis, gmna tidak, kan tempatnya dipinggir danau, dengan
Dikelilingi pemandangan yang indah dan tempat duduknya berada dibawah pohon dengan beralas tikar,
Juga diatas tikar sudah ada minuman, makanan dan bunga, macam seperti dinner saja, hehehe
Mad : “Silahkan duduk...”
K : “makasih ya A’, Aa kali ini sangat2 romantis sekali....??”
Mad : “Makasih juga???”
Setelah itu K dan Mad duduk ditikar tersebut, lalu mad memberikan sesuatu yang membuat K sangaat2
Terkejut, hingga dia menangis terharu dengan pemberiannya.
Mad : “K, kmu seneng gak dengan semua kejutan yang aq kasih kekmu??”
K : “Aq sangat2 seneng banget A’, Makasih ya karena kmu udah ngasih semua ini sama Aq...???”
Mad : “Ea sma2, och ya nii ada satu lagi yang ingin aq kasih ke kmu??”
K : “Apa A’, ???”(bertanya2)
Kemudian Mad mengeluarkan sesuatu dari belakang.
K : “.......???”

                                                                                    Bersambung..........

“CINTA YANG TAK DISENGAJA”  #part 64

K : “Waw, Apa ini A’???”
Mad : “Buka aja...??”
K : “Aq buka ya??”
Kemudian K membuka kado pemberian dari Mad,
K : “Aa’ ini apa???”( K pun terharu dan meneteskan air mata)
Mad : “Ini untuk kamu sayang.....??”
K : “Tpi untuk apa A’’”
Mad : “Sini, aq pinjam sebentar..??”
K : “Ini??” (kemudian menyerahkan cincinnya ke Mad)
Mad : “Ini cincin peninggalan almarhumah dari ibu aq, ibu aq pernah bilang sama aq, “Nak, jika Hati kmu
telah menemukan pilihan terbaik untuk hidup kmu, maka berikanlah ini untuk dia. Karena memang
dialah yang pantas menjadi wanita dihati kmu.”( Ketika mad mengulas knangan saat bersama
ibunya, mad pun meneteskan air mata.), Ibu berkata itu pada ku K, lalu aq mencoba tegar untuk
melepaskan kepergiannya, tpi sampai saat ini hati aq pun masih saja tidak bisa merelakannya...??”
Aq kangent banget K dengan ibu aq....?? hiks hiks hiks (sambil menangis).
K : “Aa sabar ya??, (K pun ikut bersedih dengan melihat Mad Yang menangis, dan K pun meneteskan air
matanya) Aq tau rasanya kehilangan seorang ibu, Aq juga merasakan hal sama seperti Aa’, dan
sampai saat inipun aq juga blumb bisa merelakan kepergiannya, aq juga kangent A’ dengan ibu aq,
hiks hiks hiks.” (Mengucapkannya pun dengan hati  yang sangat2 kangent dengan sosok ibunya).
Kemudian mereka mencoba untuk tegar dengan kenangan2 yang mereka jalani. Setelah mereka agak tenang kemudian Mad pun menanyakan tentang ibunya K.
Mad : “Kmu, juga telah kehilangan sesosok ibu ya K??.”
K : “Ea A’, dan waktu itu aq juga baru kelas 2 smp, dan rasanya itu sangat sakit banget A’??”
Mad : “Kog, bisa sama, ibu aq juga meninggal waktu aq kelas 2 smp??”
K : “Jadi ibu Aa meninggal sudah hampir 10 tahunan ini ya Aa’??”
Mad : “Ea, dan itupun. Meninggal kan aq dan Unuy??”
K : “Sabar ya A’ mungkin semua yang telah kita lalui ini, ada hikmah dibalik semua kejadian yang pernah
kita alami??”
Mad : “Ea K, aq juga sangat yakin dan percaya bahwa Allah lah yang memberiakan yang terbaik buat
kita..... dan cincin ini ku berikan untuk mu sebagai pengikat hati kmu dihati aq..??”
K : “Tidak sekarang A’, aq ingin memakainya disaat Aa benar2 telah menjadi suami aq??”
Mad : “Tpi, tidak apa jika kmu pakai sekarang??”
K : “Aq gak ingin menerima apa2 dulu dari Aa yang menyangkut kepernikahan, karena Aa juga belum
Mengkhitbah aq kan??”
Mad : “Insya@, Aq akan mengKhitbah kmu setelah aq selesaikan kuliah ya??”
K : Insya@, Aq akan menunggu Aa.”
Mad : “Makasih ya K, udah mau menunggu ku.”
K : “Ea,”
Mad : “Kalu gtu aq akan kasihkan sesuatu yang lain buat mengganti kado tadi??”
K : “Apa itu,...??”
Mad : “Ini Gelang buat kmu??”
K : “Tpi kan ini, miliknya Aa??”
Mad : “Sini aq pakein”
K : “Tpi kan A’, ini gelang Aa...?”
Mad : “Ea memang gelang Aa, dan gelang ini mau aq kasihkan sama kmu biar kita serasi, hehehe???”
K : “Hehehehe, bisa aja dech aa ini??”
Mad : “Mana tangan kmu, biar aq yang pakein??”
K : “Ni...??”(mengulurkan tangannya)
Mad : “aq minta kmu jaga baik2 ya gelang ini, anggap aja kmu sedang menjaga hati aq?? Hehehe”
K : “Ea, insya@ aq akan menjaganya dengan hati2,”
Setelah Mad memakaikan Gelang itu, lalu Mad mengajak K, untuk memancing.
Mad : “K, enaknya kita ngapain ya??, laper nii...??”
K : “Ini kan Ad makan Aa,??”
Mad : “Kurang seru kalu Cuma makan ini saja??”
K : “lalu???”
Mad : “Gmna Kalu kita mancing disitu??”
K : “Wah Aa ini, hobinya muncul dech....??”
Mad : “Hehehe, Ya Gpp donk??”
K : “Ya Udah dech...??”
Kemudian mereka berdua menyiapkan umpan dan pancingannya, setelah selesai, mereka pun mulai
memancing dan saat mereka asyik2nya memancing tiba2 ada seseorang yang mengagetkan mereka
sehingga ikan yang mereka dapatkan lepas.
Mad : “Udah siap ??”
K : “Udah, ayoo??”
Mad : “Kita duduk disitu aja, soalnya sejuk dan gak panas tempatnya,??”
K : “Sip dech,....???”
Mad : “Kmu bisa mancing kan??”
K : “Bisa donk, tpi gak terlalu ahli, hehehehe?”
Mad : “Ea gpp, kan lagian soal hobi memancing tu hobinya cowok, ea kan”
K : “Tpi juga banyak cwek yang hobinya mancing koq A’?”
Mad : “Och ya, (sambil tersenyum)??”
K : “Ea....??”
Tiba2 dari belakang mereka ada bapak2 tua yang marah dengan mereka berdua.
Dan dipegang pundak Mad, padahal waktu itu umpan mereka telah berhasil dimakan ikan. Dengan
kagetnya saat pancingnya diangkat ikan pun lepas.
Mad :”K, kelihatannya Umpan kita dimakan tu sama ikan...??”
K : “ea A’, pancing aq juga gerak2......??”
Mad : “Hitungan Ketiga kita kompak ya buat angkat tu pancing.”
K : “Ok A’”
Mad : “Satu, dua, tiiga”
Bapak Tua : “Heh, ngapain kalian berdua disini....???(dengan Nada keras dan Marah)”
Kaget Mad dan K.
Mad : “Waw, Astaufirullah....???”
K : “Astaufirullah,.... yah lepas dech ikannya??”
Mad : “Knapa bapak ngagetin kita sich, jadi lepas atuh pak ikannya??”
K : “Ea ni bapak, kepriben atuh,....???”
Bapak tua : “Kalian ngapain disini...??”
Mad : “Ya kita mancing atuh pak, ngapain lagi???”(sedikit jengkel gara2 ikannya lepas)
Bapak tua : “Apa kalian Gak tau ini danau???”
K : “memang ada apa pak dengan danau ini??”
Bapak tua : “Bapak kasih tau ya?? Danau ini Konon ceritanya banyak banget makhluk2 halus yang sering
Menampakan dirinya....??”
K : “Lalu apa hubungannya dengan kita???”
Bapak Tua : “Jadi kalian gak takut dengan hal2 seperti itu??”
Mad : “Tidak???”
K pun tersenyum mendengar jawabannya Mad.
K : “Ea, kita gak takut koq pak...??”
Bapak tua itu mencoba menjelaskan bahwa orang yang berada di danau itu, dan tidak seizin dengan
makhluk yang berada disitu maka akan ditakut2i sampai rumah.
Bapak tua : “nak, dengar ya, disini tu angker... jdi tolong pada pulang, ya??”
Mad : “Tpi Kita masih ingin mancing dulu pak, habis mancing dapet ikan, baru dech kita pulang....”
Bapak itu : “Kalian itu ya kalu dibilangin, asal kalian tau ya, disini tu banyak bangett sosok2 seperti itu.
Dan mereka akan menakut2i kalian sampai kalian pulang.”
 K : “Maaf ya pak, temen saya ini... tu bisa lihat hal2 seperti itu, jadi bapak tenang saja??”
Bapak tua : “Apa anak kyak gtu bisa lihat, makhluk halus...??”
K : “Wah bapak blumb tau ya???, mangkanya bapak harus nonton tv atuh biar tau.”
Bapak tua : “memang temen kmu itu pernah masuk tv??, tV apa??”
K : “Trans 7, jangan lupa ya pak tiap malam minggu dan malam Senin, jam 22.00... di Misteri Tukul
Jalan2, auu, hehehe?”
Bapak tua : “Ok, aq pengent lihat, coba buktikan kalu tement kmu itu bisa lihat hal2 mistis itu??”
Mad : “Baik Saya buktikan nii...”

                                                Bersambung.........

“CINTA YANG TAK DISENGAJA”  #part 65

Bapak tua : “Ok, saya akan lihat sehebat apa kau ini nak??”
Mad : “Lihat ini pak.??”
Mad pun menunjukkan botol yang kosong kepada bapak itu lalu botol tersebut ditumpuk dua, setelah itu
Energi yang ada disitu dimasukkan ke botol tersebut, lalu terlihat dibotol kosong tadi ada asap tebal dan
tiba2, botol tersebut pun pecah. Dengan panik bapak tua itupun kaget dan berkata pada K.
Bapak tua : “Waw, benar2 keren tu anak...?”
K pun tersenyum melihat ekspresinya Bapak itu yang takjub dengan kebolehannya Mad.
Mad : “Gmna Pak??”
Bapak tua : “wah keren, nak...??”
K : “Mangkanya Pak, tement saya ini tu hebat banget soal hal mistis, jadi bapak mah, gak perlu khawatir..”
Mad : “Kalu bapak udah tau boleh kan kami lanjutkan mancingnya....???”
Bapak tua : “Silahkan Nak??”
Mad : “atau bapak mau sekalian ikut mancing....???”
K : “Iya pak, sekalian aja,... ntar lumayan ikannya buat anak isteri dirumah.”
Bapak tua : “Tidak lach nak, bapak mah takut....???”
Mad : “Ya udah kalu bapak gak mau???”
Bapak tua : “Kalu gtu saya permisi pulang dulu ya nak, dan saya gak akan lupa untuk nonton Misteri Tukul
Jalan, heheheh”
Mad dan K pun tertawa mendengar omongan bapak itu yang mau nonton MTJJ,
Mad : “Iya pak silahkan...”
K : “Iya...??”
Lalu bapak tua itu meninggalkan mereka berdua didanau itu.
Dan Mereka pun melanjutkan untuk memancing.
Tak lama kemudian mereka mendapatkan ikan banyak, setelah itu mereka membakar ikan tersebut.
Lalu Unuy dan Feri pun datang ketempat mereka memancing.
Mad : “Kalu gitu, kita lanjut lagi ya K...??”
K : “Siap Aa Mad.”
Mad : “K, seneng dech bisa berdua’an dengan Kmu lagi...??”
K : “Wah mulai nii...???”
Mad : “Gak, Cuma becanda aja koq, hehehe...??”
K : “Aa harus ingat bahwa Allah itu tidak tidur.”
Mad : “Ea, aq juga tau itu,... tpi kan gak pa2. Aq tu seneng banget kalu bisa bersama dengan kmu.??”
K : “Och ya???,...Ciuzzz???”
Mad : “Ciuzz donk, perlu bukti...??”
K : “gak, ngapain dibuktiin, lagian aq slalu percaya koq dengan Aa, hehehe??”
Mad : “Beneran??”
K : “Iya...??”
Mad : “heheheh, Wah wah,,.....???”
K : “Ada apa A’...??”
Mad : “Tu lihat pancing aq dimakan ikan...??”
K : “Iya tu...???, och ya nii punyaku juga dimakan...??”
Mad : “Wah memang ya?? Ikannya tu sangat tau kalu kita itu pasangan yang kompak, hehehe??”
K : “Apaan sich, mungkin kebetulan kali???”
Mad : “Mana mungkin kebetulan, Allah kan sudah restui kita??”
K : “kog bisa, Aa tau dari mana??”
Mad : “Tau donk, nyatanya Kita berdua dipertemukan, hehehehe??”
K : “Iya juga ya??, Dan Aa Mad masih ingat gak waktu pertama kali kita bertemu...??”
Mad : “Masih donk, dan kenangan itu tidak akan pernah aq lupakan,....??”
K : “Yakin gak akan lupa???”
Mad : “Yakin donk, apa lagi kmu slalu ada disisi aq...??”
K : “heheheh, ya udah kalu gtu,... hitungan ketiga kita angkat pancingnya ya Aa.”
Mad : “Ok, tapi sapa yang hitung nii??”
K : “Aq aja dech,... ???”
Mad : “Ok, silahkan...??”
K : “Satu..Dua..Tiga..???”
Kemudian merekapun mengangkat pancingnya.
Dan ikan yang mereka dapat sangat banyak.
K : “Waw...Alhamdulillah?? ikannya banyak banget A’...??”
Mad : “Iya, Alhamdulillah banget ya??”
K : “Habis ini ikannya mau diapakan A’...??”
Mad : “Gmna kalu kita bakar, kan enak bisa ganjal perut yang lagi laperr, hehehe.....???”
K : “Ok..”
                                                          Bersambung........



Tidak ada komentar: