Rabu, 29 April 2015

*Novel/Cerbung*

“CINTA YANG TAK DISENGAJA”  #part 99

 K pun siap2 buat melompat kesungai, hitungn ketigapun K langsung melompat dan akhirnya K
Pun dicegah oleh Mad.
Mad : “Etzz jgn donk... ntar basah kuyub lagi bajunya..??”
K : “Kan tadi Aa sendiri yang nyuruh..??”
Mad : “Aa Cuma becanda aja kog,..??”
K : “Hari dah mulai senja, yuk kita pulang A’, takutnya ntar dicariin.”
Mad : “Ok,...”
Kemudian kini mereka menuju kerumah, sesampainya dijalan menuju rumah, tiba2 ada satu rumah
yang membuat Mad tertarik dengan energi yang sangat kuat disana.
Mad : “K,..??”
K : “Ea, knpa A’... Aa sakit ya..??”
Mad : “Enggak... tapi Aa mau nanya sama kmu tentang rumah itu..?”
K : “Och rumah itu, memang rumah itu dach lama gak berpenghuni, karena pemiliknya meninggal
dunia sejak tahun 80 an, dan konon, setiap rumah ini mau ditempati pasti bnyak gangguan,
contohnya penampakan dari kakek2 dan harimau sehingga membuat orang yang tinggal
merasa gak betah. Dan Rumah ini terkenal angker A’, setiap habis magrib orang gak da
yang berani lewat disini, katanya sering terjadi penampakan gtu.”
Mad : “makanya, Aa ngrasa tertarik banget buat kesana, soalnya energinya kuat banget ni,..??”
K : “Embb gmna ya,..??”
Mad : “Udah yuk,..” (sambil memegangi tangannya K)
Kemudian mereka berduapun kerumah tua itu, dan ada sejumlah warga yang mengetahui mereka
mau kesana kemudian diikutilah mereka.
Sampai didepan rumah tua itu K merasa merinding, dan Mad tingkah lakunya sangat aneh.
Warga yang ikut melihat merasakan angin yang berhembus sangat kencang, membuat udara n
keadaan disana terasa sangat mencengkamkan.
K : “Aa, gpp kan..??”
Mad : “energinya sngat kuat banget, aq coba komunikasi ya..???”
K : “Ea, tpi hati2 ya..??”
Warga : “Apa yang ingin dia lakukan..??”
K : “Kak Ahmad mau jadi mediator,..??”
Warga : “memang dia berani, kalu terjadi apa2 gmana..??”
K : “Tenang aja pak, Kak Ahmad ini sngat pandai dalam jadi mediator.”
Warga : “Emb, baik lach kita juga ingin tau sosok apa sich yang udah ngresahin warga disini.”
Kemudian Mad pun memasukkan sosok kakek2 yg sering mengganggu dirumah ini.
Saat kerasukan K pun menanyainya.
K : “Assalamualaikum,”
Mad : “Walaikumsalam,”
K : “dengan siapa..??”
Mad : “mbah Di..??”
K : “apa tenan mbah sing jaga neng kene (apa benar kakek penunggu sini)??”
Mad : “Nggih..(ya)”
K : “Awet kapan mbah jaga nek kene (sejak kapan Kakek jadi penunggu disini)”
Mad : “Wis suwe (sudah lama)”
K : “Tahun piro mbah (tahun berapa kek)?”
Mad : “80. Kwe arep ngopo nek kene (kmu mau apa disini)?”
K : “ kita arep ngerti, knpo mbah seneng ganggu wong sing arep ngenggoni omah iki (kita ingin
tau, kenapa kakek suka gangguin orang yang mau menempati rumah ini)..??” 
Mad : “Soale wong kuwi ra duweni hak atas tanah iki (karena orang itu gak memiliki hak untuk
Tanah ini).”
K : “apa bener mbah nek kene enek harimaune (apa bener disini ada hari maunya)??”
Mad : “Yo, Kuwi bocahe nek sisehmu (ya, itu dia ada disebelah kmu)?”
K : “yo wis, matur nuwun nggih mbah (ya udah, makasih ya kek).?”
Mad pun menetralisir tubuhnya sendiri dari energi kakek tadi.
K : “Gmna A’, apa yang Aa rasakan saat tadi berinteraksi dengan tu makhluk,??”
Mad : “Ea, jadi begini. Kakek tadi adalah sosok penunggu rumah ini, dan dia bernama Mbah Di
ya,..??”
K : “Iya,..??”
Mad : “Dia tu meninggal disini dan dia gak mau ada orang yang mengusik tempat tinggalnya.?”
K : “kemudian A’, knpa ada sosok harimau juga??”
Mad : “ea, ternyata harimau ini tu adalah hewan peliharaannya,..??”
K : “Och jadi begitu, Trus kalu boleh tau ni A’, knpa kakek itu Gak suka rumahnya dihuni oleh
orang lain..??”
Mad : “karena si kakek ini dulunya itu adalah orang yang diasingkan oleh warga disini,. Mugkin
karena balas dendam dan gak mau kalu rumahnya itu ditempati, kan dulunya kakek ini
sngat diremehkan oleh warga yang ada disini.”
K : “emb, jadi bgitu..??”
Warga : “Lalu gmana dek, caranya biar rumah ini tu gak angker lagi..??”
Mad : “semuanya kita serahkan kepada Allah ya, yang penting kita tidak mengganggu mereka.
Dan seringnya terjadi penampakan disini karena manusia yang melewati disini tu sudah
memiliki ketakutan sendiri, jadi ya kita gak boleh takut, karena kalu kita itu takut maka
mereka akan mudah buat gangguin kita,.?”
Warga : “Och, ya sudah Makasih banyak ya dek..??”
Mad : “Iya sama2 pak.??”
K : “Mari A’ kita pulang, udah ditungguin pasti.”
Mad : “Ea, Mari Pak, kami permisi dulu, Assalamualaikum..??”
Warga : “Iya2, Walaikumsalam, wr.wb.”
Kemudian Mad dan K pun pergi pulang, sampai didepan rumah.
K pun mengetuk pintu..
Tok tok tok...
K : “Assalamualaikum..??”
Unuy : “Walaikumslam...”(sambil membukakan pintu)
Unuy : “Teteh, Aa... kalian dari mana saja sich, magrib gini baru pulang. Tu dicariin sama
semuanya..??”
K : “Kita habis jalan2 sayang..??”
Kemudian mereka masuk.
Sampai didalam
Nenek K : “Kalian dari mana,..??”
K : “Kami habis jalan2 nek,..??”
Nenek : “kalu gtu buruan kalian mandi, trus sholat magrib dulu.???”
Mad & K : “Ea Nek.?”
Setelah itu Mad dan K pun masuk Kamar dan mereka mandi, setelah selesai mandi merekapun
menjalankan Sholat Magrib. Setelah selesai tak lupa mereka berdua membaca Al Qur’an, karena
didalam kedua keluarga ini slalu menjalankan kewajiban2 seperti membaca Al Quran habis sholat
Magrib. Setelah memasuki sholat isya’, merekapun sholat sekalian. Setelah itu mereka kini
kumpul untuk makan malam diruang makan.
K yang membantu kakak nya untuk mempersiapkan makanan di meja Makan. Sedangkan yang
lain masih menunggu di ruang keluarga untuk nonton tv bersama.
Kakak K : “K, tadi kamu habis dari mana sich, pasti kalian pacaran ya..??”
K : “Gak kog kak, tadi kami itu habis jalan2 berdua di sawah, buat nenangin fikiran aja..??”
Kakak : “Tapi Cuma berdua kan.??”
K : “Hehhe, iyah..??”
Kakak : “Hmmm, ya udah sekarang siapkan semua piringnya ya, sama gelasnya.?”
K : “baik Kak,.??”
Kemudian setelah selesai K pun memanggil semua keluarganya untuk makan Malam.
K : “mari semua kita makan malam dulu, ayuk nenek”(sambil menggandeng nenek nya keruang
makan).
Setelah mereka selesai makan K pun membersihkan semua piring n tempat makan hingga bersih
dibantu Kakak nya.
Kini semua telah beres.
Mad pun datang menemui K di dapur.
Mad : “K,..??”
K : “Ea A’, ada apa...??”
Mad : “Apa disini ada pasar malam..??”
K : “Yah, kebetulan disini ada A’, knpa Aa mau kesana..??”
Mad : “Iyah, yuk kita ajak keluarga buat pergi kesana..??”
K : “Aq tanya mereka dulu...??”
Mad : “Ok, aq siap2 dulu..??”
K : “Iyah...??”
Kemudian kini mereka setuju buat pergi ke pasar malam bersama.
Dan kini mereka telah berangkat dan sampai sana merekapun berpencar buat main permainan yang
mereka suka, Mad pun mengajak K Buat menaiki wahana yang amat menyeramkan apalagi kalu
bukan ........


Bersambung....

Tidak ada komentar: