“CINTA YANG TAK DISENGAJA” #part 99
K pun siap2 buat melompat
kesungai, hitungn ketigapun K langsung melompat dan akhirnya K
Pun dicegah oleh Mad.
Mad : “Etzz jgn donk... ntar
basah kuyub lagi bajunya..??”
K : “Kan tadi Aa sendiri yang
nyuruh..??”
Mad : “Aa Cuma becanda aja
kog,..??”
K : “Hari dah mulai senja, yuk
kita pulang A’, takutnya ntar dicariin.”
Mad : “Ok,...”
Kemudian kini mereka menuju
kerumah, sesampainya dijalan menuju rumah, tiba2 ada satu rumah
yang membuat Mad tertarik dengan
energi yang sangat kuat disana.
Mad : “K,..??”
K : “Ea, knpa A’... Aa sakit
ya..??”
Mad : “Enggak... tapi Aa mau
nanya sama kmu tentang rumah itu..?”
K : “Och rumah itu, memang rumah
itu dach lama gak berpenghuni, karena pemiliknya meninggal
dunia sejak tahun 80 an, dan konon, setiap rumah ini mau ditempati pasti
bnyak gangguan,
contohnya penampakan dari kakek2 dan harimau sehingga membuat orang yang
tinggal
merasa gak betah. Dan Rumah ini terkenal angker A’, setiap habis magrib
orang gak da
yang berani lewat disini, katanya sering terjadi penampakan gtu.”
Mad : “makanya, Aa ngrasa
tertarik banget buat kesana, soalnya energinya kuat banget ni,..??”
K : “Embb gmna ya,..??”
Mad : “Udah yuk,..” (sambil
memegangi tangannya K)
Kemudian mereka berduapun kerumah
tua itu, dan ada sejumlah warga yang mengetahui mereka
mau kesana kemudian diikutilah
mereka.
Sampai didepan rumah tua itu K merasa
merinding, dan Mad tingkah lakunya sangat aneh.
Warga yang ikut melihat merasakan
angin yang berhembus sangat kencang, membuat udara n
keadaan disana terasa sangat
mencengkamkan.
K : “Aa, gpp kan..??”
Mad : “energinya sngat kuat
banget, aq coba komunikasi ya..???”
K : “Ea, tpi hati2 ya..??”
Warga : “Apa yang ingin dia
lakukan..??”
K : “Kak Ahmad mau jadi
mediator,..??”
Warga : “memang dia berani, kalu
terjadi apa2 gmana..??”
K : “Tenang aja pak, Kak Ahmad
ini sngat pandai dalam jadi mediator.”
Warga : “Emb, baik lach kita juga
ingin tau sosok apa sich yang udah ngresahin warga disini.”
Kemudian Mad pun memasukkan sosok
kakek2 yg sering mengganggu dirumah ini.
Saat kerasukan K pun menanyainya.
K : “Assalamualaikum,”
Mad : “Walaikumsalam,”
K : “dengan siapa..??”
Mad : “mbah Di..??”
K : “apa tenan mbah sing jaga
neng kene (apa benar kakek penunggu sini)??”
Mad : “Nggih..(ya)”
K : “Awet kapan mbah jaga nek
kene (sejak kapan Kakek jadi penunggu disini)”
Mad : “Wis suwe (sudah lama)”
K : “Tahun piro mbah (tahun
berapa kek)?”
Mad : “80. Kwe arep ngopo nek
kene (kmu mau apa disini)?”
K : “ kita arep ngerti, knpo mbah
seneng ganggu wong sing arep ngenggoni omah iki (kita ingin
tau, kenapa kakek suka gangguin orang yang mau menempati rumah ini)..??”
Mad : “Soale wong kuwi ra duweni
hak atas tanah iki (karena orang itu gak memiliki hak untuk
Tanah ini).”
K : “apa bener mbah nek kene enek
harimaune (apa bener disini ada hari maunya)??”
Mad : “Yo, Kuwi bocahe nek
sisehmu (ya, itu dia ada disebelah kmu)?”
K : “yo wis, matur nuwun nggih
mbah (ya udah, makasih ya kek).?”
Mad pun menetralisir tubuhnya
sendiri dari energi kakek tadi.
K : “Gmna A’, apa yang Aa rasakan
saat tadi berinteraksi dengan tu makhluk,??”
Mad : “Ea, jadi begini. Kakek
tadi adalah sosok penunggu rumah ini, dan dia bernama Mbah Di
ya,..??”
K : “Iya,..??”
Mad : “Dia tu meninggal disini
dan dia gak mau ada orang yang mengusik tempat tinggalnya.?”
K : “kemudian A’, knpa ada sosok
harimau juga??”
Mad : “ea, ternyata harimau ini
tu adalah hewan peliharaannya,..??”
K : “Och jadi begitu, Trus kalu
boleh tau ni A’, knpa kakek itu Gak suka rumahnya dihuni oleh
orang lain..??”
Mad : “karena si kakek ini
dulunya itu adalah orang yang diasingkan oleh warga disini,. Mugkin
karena balas dendam dan gak mau kalu rumahnya itu ditempati, kan dulunya
kakek ini
sngat diremehkan oleh warga yang ada disini.”
K : “emb, jadi bgitu..??”
Warga : “Lalu gmana dek, caranya
biar rumah ini tu gak angker lagi..??”
Mad : “semuanya kita serahkan
kepada Allah ya, yang penting kita tidak mengganggu mereka.
Dan seringnya terjadi penampakan disini karena manusia yang melewati disini
tu sudah
memiliki ketakutan sendiri, jadi ya kita gak boleh takut, karena kalu kita
itu takut maka
mereka akan mudah buat gangguin kita,.?”
Warga : “Och, ya sudah Makasih
banyak ya dek..??”
Mad : “Iya sama2 pak.??”
K : “Mari A’ kita pulang, udah
ditungguin pasti.”
Mad : “Ea, Mari Pak, kami permisi
dulu, Assalamualaikum..??”
Warga : “Iya2, Walaikumsalam,
wr.wb.”
Kemudian Mad dan K pun pergi
pulang, sampai didepan rumah.
K pun mengetuk pintu..
Tok tok tok...
K : “Assalamualaikum..??”
Unuy : “Walaikumslam...”(sambil
membukakan pintu)
Unuy : “Teteh, Aa... kalian dari
mana saja sich, magrib gini baru pulang. Tu dicariin sama
semuanya..??”
K : “Kita habis jalan2
sayang..??”
Kemudian mereka masuk.
Sampai didalam
Nenek K : “Kalian dari mana,..??”
K : “Kami habis jalan2 nek,..??”
Nenek : “kalu gtu buruan kalian
mandi, trus sholat magrib dulu.???”
Mad & K : “Ea Nek.?”
Setelah itu Mad dan K pun masuk
Kamar dan mereka mandi, setelah selesai mandi merekapun
menjalankan Sholat Magrib.
Setelah selesai tak lupa mereka berdua membaca Al Qur’an, karena
didalam kedua keluarga ini slalu
menjalankan kewajiban2 seperti membaca Al Quran habis sholat
Magrib. Setelah memasuki sholat
isya’, merekapun sholat sekalian. Setelah itu mereka kini
kumpul untuk makan malam diruang
makan.
K yang membantu kakak nya untuk
mempersiapkan makanan di meja Makan. Sedangkan yang
lain masih menunggu di ruang
keluarga untuk nonton tv bersama.
Kakak K : “K, tadi kamu habis
dari mana sich, pasti kalian pacaran ya..??”
K : “Gak kog kak, tadi kami itu
habis jalan2 berdua di sawah, buat nenangin fikiran aja..??”
Kakak : “Tapi Cuma berdua kan.??”
K : “Hehhe, iyah..??”
Kakak : “Hmmm, ya udah sekarang
siapkan semua piringnya ya, sama gelasnya.?”
K : “baik Kak,.??”
Kemudian setelah selesai K pun
memanggil semua keluarganya untuk makan Malam.
K : “mari semua kita makan malam
dulu, ayuk nenek”(sambil menggandeng nenek nya keruang
makan).
Setelah mereka selesai makan K
pun membersihkan semua piring n tempat makan hingga bersih
dibantu Kakak nya.
Kini semua telah beres.
Mad pun datang menemui K di
dapur.
Mad : “K,..??”
K : “Ea A’, ada apa...??”
Mad : “Apa disini ada pasar
malam..??”
K : “Yah, kebetulan disini ada
A’, knpa Aa mau kesana..??”
Mad : “Iyah, yuk kita ajak
keluarga buat pergi kesana..??”
K : “Aq tanya mereka dulu...??”
Mad : “Ok, aq siap2 dulu..??”
K : “Iyah...??”
Kemudian kini mereka setuju buat
pergi ke pasar malam bersama.
Dan kini mereka telah berangkat
dan sampai sana merekapun berpencar buat main permainan yang
mereka suka, Mad pun mengajak K
Buat menaiki wahana yang amat menyeramkan apalagi kalu
bukan ........
Bersambung....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar